Kasus Teror Bom Berantai, Romo: Lihat kecolongan lagi, ini gimana deteksinya

0
137
Foto: Ilustrasi

JAKARTA (Garudanews.id) – Teror bom berantai yang terjadi di beberapa daerah menewaskan sejumlah anggota polisi dan masyarakat sipil sebagai bentuk kegagalan pemerintahan Joko Widodo dalam mendeteksi adanya kerawanan ganguan di tengah masyarakat.

Kemarin, bahkan empat teroris kembali melakukan penyerangan brutal ke markas Kepolisian Daerah Riau.

Sebanyak empat terduga teroris ditembak mati, satu polisi Ipda Auzar dilaporkan turut meninggal seusai ditabrak mobil yang dikendarai teroris. Bahkan dua orang wartawan juga menjadi korban sebelum kemudian dilarikan ke rumah sakit.

“Pemerintah ini gagal untuk mengamankan, karena teroris dimana-mana sekarang. Lebih baik Jokowi legowo mundur aja. Terus nilai tukar rupiah terhadap dolar juga terus melemah,” kata Ketua Pansus RUU Terorisme, Muhammad Syafii, Kamis, (17/5) menanggapi aksi penyerangan teroris di sejumlah daerah dalam sepekan.

“Yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah pemimpin yang bisa membuat rakyatnya sejahtera, keamanan terkendali, dan perekonomian stabil,” tambahnya.

Tak hanya Jokowi, Romo juga menghimbau agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Riau Irjen Nandang juga mundur, karena keduanya telah kecolongan pasca teror bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur.

“Lihat kecolongan lagi, ini gimana deteksinya,” ucap Romo. (TS/Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here