Komunikasi yang Baik dengan Keluarga Redam Ujaran Kebencian

0
124
Ilustrasi

JAKARTA (Garudanews.id) – Memasuki tahun politik, jelang Pilkada serentak pimilihan umum legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) ujaran kebencian (hate speech) terhadap kelompok maupun individu kerap dilakukan, baik itu melalui media sosial (Medsos) maupun serangkaian pertemuan yang dilakukan di ruang publik.

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Siti Musdah Mulia meminta masyarakat tidak mudah terjebak dengan hate speech atau ujaran kebencian.

Masyarakat harus mulai diberikan edukasi dalam membangun perdamaian dan menghindarkan masyarakat dari berbagai konflik sosial itu harus dilakukan pada banyak level.

“Pertama dimulai dari level keluarga. Orang tua perlu membicarakan isu perdamaian dan isu hete speech ini di rumah tangga. Di rumah tangga itu perlu ada komunikasi yang intens antara ibu, bapak, anak-anak dan seluruh anggota keluarga lainnya,” ujar Siti, Jumat (11/5) kemarin.

Menurut dia, kecenderungan masyarakat dalam dalam melakukan penyebaran berita atau informasi yag datang dari media sosial meningkat. Celakanya, informasi itu belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Salah satu pemicunya adalah sesama anggota  keluarga jarang berkomunikasi dengan intensif.

Menurut dia, hal itu harus diperbaiki agar anggota keluarga tidak mudah termakan hasutan ujaran kebencian.

“Di dalam keluarga perlu ada waktu untuk kumpul bersama. Kita ceritakan pada anak-anak kita bahwa Indonesia ini adalah sebuah negara yang didirikan dengan susah payah oleh para pendiri negara ini yaitu para founding fathers dan mothers,” kata dosen pascasarjana UIN Syarif Hdayatullah Jakarta itu.

Siti menambahkan, keluarga menjadi kunci untuk menanamkan kecintaan kepada NKRI dan Pancasila.

“Kita jelaskan  pentingnya persatuan dan kemudian kampanye tentang bagaimana kita harus serius menghindarkan diri dari semua bentuk konflik,” tambah ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender ini.

Usai dari level keluarga, kampanye untuk membangun perdamaian juga dilaukan di lingkungan pendidikan mulai PAUD hingga perguruan tinggi.

“Di berbagai negara yang pertama kali dibangun adalah rasa kebanggaan menjadi bangsa. Saya melihat di Finlandia mereka menanamkan kebanggaan kepada anak-anak mengenai negerinya,” ujar Siti. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here