Novanto Enggan Namanya Diseret dalam Kasus Korupsi PLTU Riau-1

210

JAKARTA (Garudanews.id) – Mantan Ketua DPR Setya Novanto mengaku bahwa dirinya tidak pernah membicarakan atau meminta proyek PLTU Riau-1 kepada Sofyan Basir.

Hal itu dikatakan mantan Ketua Umum Golkar usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT PLN nonaktif Sofyan Basir, Selasa (14/5).

Menurutnya, saat itu, pihaknya hanya menanyakan kepada Sofyan soal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang dianggapnya tidak jalan.

“Saya meluruskan bahwa tidak pernah saya untuk PLTU Riau, yang saya menanyakan adalah mengenai PTG. Saya menanyakan karena sudah lama enggak berjalan. Jadi saya tanya itu,” ujar Novanto.

Selain itu, Novanto juga mengklaim dirinya hanya meminta penjelasan Sofyan terkait program pemerintah 35 ribu Megawatt yang tengah dikerjakan oleh PLN.

“Dia (Sofyan) cuman cerita, menjelaskan program-program 35 ribu MW yang sudah berhasil 27 ribu MW terus perkembangan mengenai PLTG yaitu gas yang sudah lama enggak jalan,” ulangnya.

Untuk diketahui, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengakui sudah mengintai Sofyan Basir sejak tahun 2015. Komisi antirasuah meyakini Sofyan Basir telah terbukti membantu memuluskan proyek PLTU Riau-1 untuk dimenangkan oleh pengusaha Johannes B Kotjo, bos PT Blackgold Natural Resources.

Dia bersama-sama membantu Eni Saragih selaku anggota DPR dan kawan-kawannya untuk menerima hadiah dari Johannes terkait kesepakatan kontrak proyek PLTU Riau-1,” beber Saut.

Seperti dilansir Rmol, Dalam kasus ini Sofyan Basir dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Hab)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.