Oezil Diserang, Oezil Dibela

0
211

MUENCHEN (Garudanews.id) – Polemik pensiunnya Mesut Oezil dari tim nasional Jerman belum usai. Setelah Oezil merasa dirinya tidak dihargai selama ini dengan tindakan rasialis DFB, Presiden Bayern Muenchen Uli Hoeness justru mengkritisinya. Hoeness mengaku senang dengan kepergian Oezil dari timnas Jerman dan menganggap mimpi buruk Jerman berakhir.

“Dia telah bermain kotor selama bertahun-tahun,” kata Uli, dikutip dari ESPN, Selasa (24/7).

Hoeness mengungkapkan, pemain Arsenal itu terakhir kali berhasil melakukan tekel pada Piala Dunia 2014. Ia seolah ingin menunjukkan Oezil enggan bertahan.

Hoeness menilai performa Oezil pada Piala Dunia 2018 memburuk. Meskipun pemain keturunan Turki itu telah menjadi pemain kunci Jerman sejak 2010 dan membantu menjuarai Piala Dunia 2014.

Oezil, kata dia, menyembunyikan dirinya dan performa buruknya di balik fotonya bersama Presiden Turki Tayyip Erdogan saat mengunjungi London. Padahal, kunjungan itu telah berlangsung pada Mei lalu.

Menurut Hoeness, 35 juta pengikutnya di media sosial tidak benar-benar berada di dunia nyata. “Oezil tidak memberikan konstribusi apa pun kepada tim nasional selama beberapa tahun. Kapan terkahir kali dia bagus dalam (pertandingan) internasional?” ujar Hoeness.

Bahkan Hoeness mengungkapkan, saat Muenchen berhadapan dengan Arsenal di Liga Champions, timnya selalu menargetkan Oezil. Sebab, lanjutnya, Oezil menjadi kelemahan dari the Gunners.

Pernyataan ini tak disetujui oleh CEO Muenchen, Karl Heinz Rummenigge. Ia sebelumnya mengatakan, menjadikan Oezil sebagai kambing hitam atas kegagalan Jerman sebagai sesuatu yang berlebihan.

“Saya tidak punya kata apa-apa (merespons komentar Hoeness). Ini harinya Uli,” kata Rummenigge.

Agen Oezil, Erkut Sogut, membela kliennya dengan mengatakan Hoenezz tidak lebih baik dari orang yang disebut kliennya dalam pernyataannya. Ia mengatakan, Hoeness sadar apa yang dia lakukan dengan mengkritik permainan Ozil, akan memunculkan reaksi besar dan menutup isu sesungguhnya.

Sebab, Hoeness takut dikonfrontasi dengan isu rasialis yang disebut Oezil, dan dia tidak bisa menghadapi kenyataan tersebut. “Dia menunjukan karakter dan persolitas yang sesungguhnya dengan mengabaikan ini (rasialis) dan membuat komentar yang bodoh soal sepak bola,” ungkapnya. (Rep/Sfa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here