Ormas Keagamaan se-Indonesia Deklarasi Dukung Pemilu Damai

23

JAKARTA (Garudanews.id) – Sejumlah ormas keagamaan secara serentak mendeklarasikan pemilu damai. Tujuan dilaksanakannya Deklarasi Pemilu Damai tersebut adalah agar pemilu sesuai dengan azas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, aman, tertib dan damai.

“Tujuan deklarasi ini tiada lain agar pemilu sesuai dengan azas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, aman, tertib dan damai,” kata Ketua panitia Deklarasi Pemilu Damai Ormas Keagamaan se-Indonesia KH Anwar Sanusi, di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Jalan Kramat VI, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Deklarasi ini diikuti 14 ormas Islam dan beberapa ormas keagamaan lain. Adapun, Ormas keagamaan yang terlibat dalam deklarasi ini yakni, NU, Al Irsyad Al Islamiyyah, Persis, Syarikat Islam Indonesia, Mathla’ul Anwar, Al-Jamiyatul Washliyah, Perti, Al Ittihadiyah, Az-Zikra, PITI, Ikadi, PUI, HBMI, Nahdlatul Wathan, Matakin, Permabudhi, PHDI, PGI, KWI dan WALUBI.

Selain itu turut hadir perwakilan dari pihak TNI/Polri, BIN, dan lembaga negara lain.

Anwar mengatakan seluruh perwakilan tokoh ormas keagamaan yang hadir membawahi sedikitnya 168 juta umat beragama.

“Kami berharap media massa dapat menyosialisasikan dan menyebarkan deklarasi pemilu damai ini, karena umat kami ada 168 juta, dan tokoh-tokoh agamanya ada di sini semua,” ucap Anwar.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum LPOI Said Aqil Siradj mengatakan, semua tokoh ormas keagamaan hadir sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang ingin NKRI tetap utuh.

“Keutuhan NKRI harus dijaga seluruh pihak, karena NKRI adalah hasil perjuangan, keringat, darah bahkan nyawa para pendiri bangsa,” ujarnya.

Berikut isi deklarasi yang dinyatakan para tokoh ormas keagamaan yang hadir:

1. Pemilihan Umum adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih wakil-wakil rakyat, Presiden dan Wakil Presiden, yang dilaksanakan secara Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil dalam NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

2. Penyelenggara Pemilihan umum, yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP adalah institusi terpercaya yang akan bertindak Adil, Jujur, Objektif, dan Profesional.

3. Peserta Pemilihan Umum wajib mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya larangan melakukan kampanye dalam bentuk apapun di rumah-rumah Ibadah, tidak melakukan politik uang dan hoaks, serta siap menerima keputusan hasil Pemilihan Umum.

4. Umat Beragama yang telah memiliki hak pilih berkewajiban menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum.

5. Kami Mendukung Polri dan TNI untuk menjamin pelaksanaan Pemilihan Umum yang Damai, Aman, dan Beradab. (Red)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.