Pakta Integritas Wali Kota Bekasi “Kelabui Publik”

0
308
Kepala Riset dan Litbang  Nasional Corruption Watch (NCW) Agus Wahid.

KOTA BEKASI (GARUDANEWS)-Ditahannya Staf Ahli Wali Kota Bekasi, Roro Yoewati, oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi atas kasus korupsi anggaran Diklat Pra Jabatan tahun 2009, menurut Pengamat Kebijakan Publik dari TALI Foundation, Agus Wahid, menjadi bukti jika Pakta Integritas yang didengungkan Wali Kota Bekasi hanya sebuah sikap latah politik untuk mengelabui publik Kota Bekasi.

“Memang secara legal pakta integritas itu memang ada. Tetapi apakah secara riil aplikatif sudah sesuai dengan pakta integritas itu sendiri. Inikan menjadi tanda tanya besar. Penahanan itu semakin menguatkan jika pakta integritas itu hanya sebuah sikap sloganistik, verbal politik atau katakanlah politik gincu. Jadi saya melihat pakta integritas itu hanya sebuah polesan-polesan pencitraan semata,” tegas Agus saat dihubungi garudanews.id.

Agus menjelaskan, ditahannya Staf Ahli Wali Kota Bekasi tersebut merupakan fenomena gunung es yang mencair. Good and Clean Governance yang ada menurutnya hanya sebuah slogan politik yang sifatnya verbalisatik semata.

“Pengembangan kasus tersebut jangan hanya terhenti sama kelas teri saja. Tetapi harus dikuak lebih jauh siapa sesungguhnya dalang atau aktor utama dibalik kasus tersebut. Penahanan itu harus dijadikan pintu masuk lebih jauh. Kejaksaan harus membuka diri,” bebernya.

Jika kasus tersebut hanya terhenti sampai disitu, Agus menilai hal itu bisa menjadi preseden buruk dan tragedi dalam konteks penegakan hukum. Artinya siapapun yang berkuasa bisa bermain-main dengan hukum.

“Saya pribadi mengapresiasi dengan apa yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Bekasi yang sudah mengungkap kasus tersebut. Karena kasus tersebut sudah merugikan keuangan negara,” paparnya.

Seperti diketahui, Staf Ahli Wali Kota Bekasi Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Roro Yoewati, resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi, Jumat (18/3) siang.

Mantan Camat Pondok Melati tersebut ditahan atas kasus korupsi anggaran Diklat Pra Jabatan yang dilaksanakan pada tahun 2009. Pada saat itu Roro menjabat sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi. (goo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here