Para Kontestan Diimbau Tidak Jadikan Agama Sebagai Alat Politik

0
107
Ilustrasi (Ist)

JAKARTA (Garudanews.id)  –  Jelang pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres)  2019, sejumlah kalangan mengimbau agar para kontestan tidak membawa-bawa unsur agama dijadikan alat politik untuk meraih kekuasaan.

Hal tersebut setelah adanya Dialog Lintas Agama yang diadakan Majelis Muwashola Bainal Ulama Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) di hotel Aryaduta Jakarta, Sabtu (13/10). Pada kesempatan tersrbut Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz sangat mengapresiasi pertemuan para tokoh agama tersebut.

Sebab, pertemuan dapat menjaga suasana yang kondusif antarumat beragama untuk menjaga kedamaian di antara semua umat manusia. Habib Umar juga mengajak umat untuk mewujudkan kedamaian di tengah masyarakat guna menjauhkan dari unsur-unsur yang bisa membuat perpecahan bangsa.

“Semua agama telah bersepakat untuk menjaga kerukunan juga hak- hak mereka dalam hidup bertetangga, bila mereka mengganggu keyakinan yang lain berarti mereka telah mencederai agama mereka sendiri,” kata Habib Umar seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal senada juga disampaikan Romo Franz Magnis Suseno. Ia menyampaikan pertemuan tokoh-tokoh agama untuk bersama-sama membangun Indonesia, yang diibaratkan sebuah perahu yang mengarungi lautan, merupakan upaya  agar perahu itu tidak tenggelam.

Dialog dengan tema Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa atas Dasar Rahmat Kemanusian itu, dihadiri berbagai kalangan lintas agama seperti Pendeta Dr Martin Lukito Sinaga, Bikku Dammashubo Mahathera dan Romo Franz Magnis Suseno.

Dilansir Antara,  koordinator panitia dari Majelis Al-Muwasholah, Habib Hamid Al-Qadry dialog perdamaian akan terus diselenggarakan untuk mewujudkan perdamaian, tidak hanya pada tahun-tahun politik tapi hingga seterusnya sehingga Indonesia senantiasa sejuk, damai, dan tentram. (Chep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here