Pembakaran Bendera Tauhid Dinilai Bakal Menurunkan Elektabilitas Jokowi-Maruf

0
193
Igor Dirgantara

JAKARTA (Garudanews.id) – Kasus pembakaran Bendera Tauhid bertuliskan Lailahaillalloh, dilakukan oleh oknum BANSER yang merupakan organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU) di Garut, Jawa Barat dinilai akan berdampak pada penurunan elektabilitas Joko Widodo-Maruf Amin secara drastis.

Direktur Survei & Poling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, mengungkapkan untuk pemilih muslim kategori moderat dan konservatif  jelas berpengaruh kepada penurunan elektabilitas jokowi. Namun demikian, kata dia,  untuk pemilih muslim muslim sekuler belum tentu berpengaruh.

Igor mengatakan kegaduhan tersebut mudah terjadi dikarenakan adanya sikap dari umat Islam untuk mengkritisi pemerintah selama ini tidak disambut dengan bijaksana tapi malah dianggap seolah-olah anti-Pancasila dan anti NKRI oleh pemerintah.

“Namun justru akan berdampak pada pembelahan umat dan kebencian bukan kerukunan yang mempersatukan. Muara seperti ini yang bisa berujung pada eskalasi massa Bela Tauhid,” ujar Igor kepada garudanews.id, Jumat (26/10).

Igor mengatakan, pengaruh penurunan elektabilitas Jokowi dikarenakan Maruf Amin merupakan bagian dari NU yang tidak dipisahkan. Karena organisasi dibawah kepemimpinan Said Aqil Sirodj ini dinilai tidak dapat mengendalikan massanya sehingga berdampak pada kegaduhan politik.

Soal pro-kontra pembakaran Bendera Tauhid ini, seyogyanya pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bisa dijadikan rujukan bahwa bendera yang dibakar tersebut bertulis lafaz tauhid dan bukanlah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Namun begitu, pembakaran yang dilakukan oleh organsiasi sayap NU (Banser) itu tidak perlu dijadikan momentum untuk memperkeruh suasana di tahun politik jelang Pilpres 2019. Apalagi tiga orang anggota Banser NU yang diduga membakar bendera berlafazkan kalimat Tauhid tersebut telah meminta maaf dan sudah ditetapkan sebagai terperiksa.

“Serahkan pada mekanisme hukum, dan biarkan pihak kepolisian bekerja secara profesional dan adil dengan melakukan gelar perkara dan memanggil beberapa saksi ahli,” pungkasnya. (Mhd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here