Pemprov DKI Bangun Rumah Sementara Buat Korban Kebakaran

153

JAKARTA (Garudanews.id) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun skalter atau hunian sementara kepada sejumlah keluarga korban kebakaran di Kampung Bandan Jakarta Utara.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan, pembangunan shelter itu akan dilakukan tak jauh dari lokasi kebakaran dengan memakai tanah PT KAI seluas lebih dari satu hektar.

“Tadi Direktur aset KAI ikut dalam rapim dan kita menyepakati bahwa akan dibangunkan pemukiman di sana. Bekerja sama BUMD kita dengan PT KAI yang nanti pemukimannya akan bisa dipakai warga yang selama ini tinggal di kampung yang terbakar kemarin,” ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Dia memastikan tidak akan merelokasi warga terdampak kebakaran. Ke depan, pihaknya akan membangun rumah susun di sekitar lokasi kebakaran. Sehingga, masyarakat terdampak kebakaran akan menempati rumah yang lebih layak lagi.

“Tentu akan dibangun rumah susun. Tapi dibangun rumah susunnya di lokasi itu juga. Jadi bukan direlokasi ke tempat lain. Nanti akan disiapkan shelter, hunian sementara, di tempat itu sembari pembangunan rusun dilakukan,” kata Anies.

Menurut Anies, pembangunan rusun itu akan diserahkan kepada PT Sarana Pembangunan Jaya melalui kerjasama tertentu dengan PT KAI. Pihaknya mengapresiasi PT KAI karena bisa merelakan lahannya untuk hunian warga.

“Betul sudah (dapat izin). Justru PT KAI merasa bahwa dengan cara begitu, maka jelas. Huniannya yang menggunakan siapa. Dibangunnya siapa. Tanahnya juga pemanfaatnya jelas,” tegasnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Perkotaan, Kelik Indriyanto mengatakan, penanganan korban kebakaran Kampung Bandan didistribusikan ke berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Menurutnya, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan sedang melakukan pengukuran lahan untuk merencanakan pembangunan rusun di lokasi itu.

“Lahan eksisting di sana. Kemudian kebakaran ada di mana , dipetakanlah oleh teman-teman cipta karya. Baru kita bisa ada langkah-langkah berikutnya. Sementara kita nanti akan mencari langkah-langkah untuk membangun shelter,” kata Kelik.

Menurutnya, pembangunan shelter itu dipastikan akan menjadi hunian layak tinggal. Pihaknya sedang menyiapkan beberapa opsi desain agar diminati warga.

“Tadi sudah datang dari perwakilan KAI. Itu kan segera dibahas di biro tapem untuk kerja samanya. Sesuai yang disampaikan dari pak wali itu sekitar 200-300 kepala keluarga. Nanti shelternya sesuai KK,” imbuhnya. (HNN)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.