Penegak Hukum Diminta Beri Perlindungan Kepada Tim Medis

Kendaraan Dompet Dhuafa Dirusak

138

JAKARTA  (Garudanews.id) – Sejumlah pihak menyayangkan sikap represif oknum aparat kepolisian dalam mengamankan aksi unjuk rasa yang ujung bentrok.

Berdasarkan fakta di lapangan aparat kepolisian dari satuan Brimob sudah tidak lagi mengedepankan prinsip-prinsip dasar dan standar pengamanan unjuk rasa, bukan hanya melakukan tindakan represif terhadap pendemo, wartawan dan relawan tim medis pun tak luput dari sasaran kebrutalan aparat.

Seperti diungkapkan Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi Imam Rulyawan, sebagai lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa menerjunkan tim medis atas dasar kemanusiaan dan memegang teguh prinsip imparsial.

“Sehingga keterlibatan kami dalam aksi unjuk rasa ini tidak didasari motivasi politik atau keberpihakan pada kelompok tertentu,” kata Imam Rulyawan, di Jakarta, pada Kamis (23/5).

Imam pun membenarkan, bahwa timnya mendapatkan perlakukan represif dari oknum kepolisian.

“Benar telah terjadi tindakan represif oknum kepolisian terhadap tim medis Dompet Dhuafa pada Hari Kamis 23 Mei 2019 pukul 00.15 dini hari, di sekitar Jl. Abdul Muis Jakarta Pusat, yang mengakibatkan 3 anggota tim kami mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSPAD, serta pengrusakan terhadap 2 kendaraan kami,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan, bahwa pihaknya sangat menyayangkan tindakan represif oknum kepolisian, yang berlebihan terhadap tim medis dan relawan lembaga kemanusiaan yang hadir, untuk membantu semua pihak, baik pengunjuk rasa, aparat keamanan, maupun masyarakat luas.

“Kami meminta kepada Kepolisian dan TNI untuk memberikan akses yang seluas-luasnya dan perlindungan bagi tim kemanusiaan dan tim medis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan sesuai dengan sesuai dengan Konvensi Jenewa 1949,” pintanya.

Untuk itu, pihaknya mendesak aparat kepolisian maupun TNI memberikan akses dan perlindungan bagi tim kemanusian serta tim medis untuk membantu masyarakat, yang membutuhkan pertolongan.

Sebagaimana yang tertuang dalam Konvensi Jenewa 1949, khususnya Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, dan Pasal 37 tentang perlindungan terhadap petugas kesehatan. (Hab)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.