Pengamat Tidak Persoalkan Aksi Penolakan Hasil Pilpres

175

JAKARTA (Garudanews.id) – Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti mengaku tidak masalah dengan adanya aksi penolakan hasil Pilpres 2019 yang akan digelar pada 22 Mei mendatang.

Hal tersebut menyusul adanya rencana aksi yang bakal digelar pada 22 Mei mendatang, oleh pendukung pasangan Prabowo-Sandi.

Menurutnya, aksi itu merupakan riak-riak biasa yang terjadi dalam dinamika kebangsaan. Selain itu, penolakan terhadap hasil pemilu merupakan hal yang biasa dalam iklim demokrasi di Indonesia.

“Memang tradisi kultur demokrasi masih begitu. Tapi memang harus terus diingatkan bahwa tidak boleh memang menyelesaikannya di jalanan atau  demonstrasi,” jelasnya di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5) malam.

Ray berpesan agar unjuk rasa dilakukan dengan baik dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Kepada kubu yang menerima hasil pengumuman KPU, Ray menyarankan untuk tidak melakukan aksi tandingan. Sebab, aksi penolakan diyakini akan berhenti dengan sendiri seiring berjalannya waktu.

“Sepanjang pengalaman kita, yang biasa hadapi pemilu langsung dengan pilkada-pilkada itu selesai dengan waktu saja. Oleh karena itu, tidak perlu ada aksi tandingan,” katanya. (Red)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.