Perempuan Gili Gede: Sudah Waktunya Perempuan Pimpin NTB

0
204

SUMBAWA (Garudanews.id) – Selama 3 hari menyapa masyarakat Lombok Barat, Calon Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengakhiri kunjungannya di Gili Gede pada Minggu, (06/05/2018). Ia mengunjungi lebih dari 40 titik di empat kecamatan yakni Narmada, Lingsar, Lembar, dan Sekotong. Cagub nomor urut 3 yang berpasangan dengan Dr. Rohmi ini merasa bahagia atas kunjungannya ke Gumi Patut Patuh Patju. Ia bersyukur, kehadirannya di Lombok Barat disambut antusias masyarakat setempat.

“Masyarakat yang menyambut kami, senyumnya, uluran tangan, jabatan tangan, harapan, dan do’a mereka adalah kekuatan yang bertaut memberi semangat atas perjuangan Zul-Rohmi. Mereka benar-benar tulus menyambut kedatangan kami. Syukur Alhamdulillah, kami diterima sebagai saudara, kami diterima sebagai keluarga,” ungkapnya Doktor lulusan Strathclyde University, Glasgow United Kingdom.

Di Gili Gede, Doktor Zul sempat terkagum-kagum menyaksikan keindahan alam dan kesederhanaan masyarakat yang tinggal di pulau mungil tersebut. “Keindahan alam Gili Gede berpadu dengan nuansa kehidupan sederhana yang begitu menentramkan. Benar-benar perjalanan membahagiakan hari ini. Banyak hikmah dan pelajaran yang dipetik selama beberapa hari di Lombok Barat,” ungkapnya.

Menurutnya, Lombok Barat merupakan salah satu kawasan wisata potensial di NTB. Dukungan kebijakan dan pembangunan infrastruktur penunjang harus diprioritaskan. Ia melihat banyak sekali pulau di Lombok Barat yang indah jika dikembangkan akan menjadi destinasi wisata yang menggiurkan.

“Pulau-pulau ini sudah banyak yang incar, yang ingin bangun hotel di sini banyak. Zul-Rohmi hadir agar masyarakat kita tidak menjadi penonton di tempatnya sendiri. Jangan sampai di sini, pulau-pulau kita bagus, kita hanya jadi penonton. Insya Allah, silaturahmi ini akan berbuah manis,” bebernya.

Mendengar penjelasan Doktor Zul yang dinilai begitu menarik, Nurhasana salah satu perempuan Gili Gede membalasnya dengan sebuah pantun, “Beli punti ara telu, Buktinya yang perlu”. Tak mau kalah, Doktor Zul kemudian membalasnya dengan sebuah pantun, “Selebung batu beleq, Sik bekerudung ye te pilih”. Sontak masyarakat bertepuk tangan dan meneriakkan hidup nomor 3, Zul-Rohmi.

Selanjutnya, Nurhasana menyampaikan kepada masyarakat yang hadir di hadapan Doktor Zul agar memilih pasangan Zul-Rohmi karena ada perwakilan perempuannya.

“Yang kita inginkan sekarang, yang turun ke bawah, yang mengerti apa keinginan masyarakat. Apalagi yang naik sekarang wanita, bisa meningkatkan derajat kaum perempuan. Maka kita harus pilih wanita yang akan membela kita,” ungkapnya. (Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here