Periode Pertama Pemerintahan, Jokowi Dinilai Kurang Memperhatikan Nasib Tenaga Honorer

227

JAKARTA (Garudanews.id) – Kebijakan Pemerintahan Joko Widodo selama lima tahun terakhir ini diniai tidak memperhatikan status tenaga kerja honorer. Di periode ke dua ini jutaan pekerja honoer berharap agar Jokowi memperhatikan nasib mereka.

“Kami berharap siapa pun yang terpilih menjadi presiden RI, memohon sekaligus meminta dan mendesak pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan peningkatan status dan kesejahteraan tenaga honorer di seluruh Indonesia,” kata Dewan Pembina Forum Honorer Indonesia (FHI) Hasbi, Minggu (9/6).

Dia menambahkan, rasanya sungguh naif bangsa dan negeri ini begitu kaya dengan SDA dan pembangunan infrastruktur begitu bombastis dilaksanakan pemerintah menghabiskan triliunan rupiah.

Sementara di sisi lain negara mempekerjakan warga negaranya selama bertahun-tahun dengan upah yang jauh di bawah standar UMR.
Hal ini tentu tidak manusiawi, di tengah tingginya biaya hidup rakyat dan melambungnya harga barang.
Di sisi lain hanya beberapa daerah yang mampu memberikan upah yang layak setara UMR.

Hasbi menambahkan, kini tinggal menunggu kemauan politik pemerintah dan DPR RI untuk membuat serta mengambil kebijakan strategis untuk menuntaskan permasalahan tersebut sehingga ke depan pemerintah tidak berkutat lagi pada permasalahan tenaga honorer. (Red/Jpnn)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.