Peristiwa Kerusuhan di Mako Brimob harus Dijadikan Evaluasi Jajaran Polri

0
258
(Dok.net)

JAKARTA (Garudanews.id) –  Peristiwa kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan)  Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat yang mengakibatkan gugurnya 5 anggota Densus 88 dan 1 orang tahanan teroris berhasil dilumpuhkan, harus menjadi perhatian serius petinggi Polri.

Kejadian itu bahkan seolah menampar  kewibawaan Polri itu sendiri, dimana kerusuhan itu pecah ditengah markas kepolisian sebagai garda utama pengamanan sipil.

“Ini tentu sangat memilukan dan memalukan, peristiwa itu seolah menampar jajaran Polri ditengah perbaikan citranya di mata publik. Yang lebih ironisnya, dalam insiden tersebut dikabarkan 5 anggota Densus 88 tewas. Ya, tentu sebagai anak bangsa kami ikut prihatin dan berbelasungkawa atas gugurnya sejumlah anggota kepolisian saat menjalankan tugas negara itu,” ujar pengamat hukum, Dr.Adi Suparto kepada garudanews.id, Kamis, (10/5).

Adi mengatakan, seharusnya Polri dapat mengantisipasi adanya kerawanan yang terjadi di dalam Rutan. Apalagi penghuni Rutan itu sendiri diantaranya ada tahanan teroris.

“Ini tentu seharusnya menjadi perhatian khusus. Bila perlu dipisahkan dengan tahanan pidana umum lainnya jangan dijadikan satu blok,” saran Adi.

Adi juga menduga ada kesalahan SOP yang diduga dilakukan oleh pihak keamanan itu sendir, sehingga berbuntut pada pecahnya kerusuhan di dalam markas Brimob.

“Peristiwa ini tentu sebagai pelajaran berharga bagi kepolisian untuk mengevaluasi jajarannya atau pejabat yang bertanggungjawab di Lapas itu,” pungkas Adi.

Sementara itu, Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin memberikan arahan (briefing) kepada perwira kepolisian yang menjadi penanggung jawab sektor pada peristiwa kerusahan di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat.

“Briefing dilakukan di dalam Mako Brimob,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi M Iqbal saat dikonfirmasi di Jakarta Kamis.

Iqbal menyatakan situasi keamanan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua cukup kondusif dan terkendali.

Sementara itu, sejumlah kendaraan operasional kepolisian memasuki Rutan Mako Brimob Polri.

Kendaraan yang diduga mengangkut anggota kepolisian itu terdiri dari dua unit mobil, dua unit bus dan tiga unit truk.

Hingga saat ini belum terkonfirmasi maksud dan tujuan kedatangan anggota Brimob tersebut.

Tim negosiator Polri masih mengupayakan pendekatan persuasif dengan kelompok narapidana teroris yang diduga menguasai beberapa blok di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua itu.

Beberapa narapidana teroris itu juga diduga memegang senjata api dari hasil rampasan milik lima anggota Polri yang gugur dibunuh kelompok tersebut. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here