Putusan PN Jaksel Disyukuri Fahri Hamzah

0
336
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. (Ist)

JAKARTA (GARUDANEWS)-Putusan provisi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengabulkan gugatan Fahri Hamzah sekaligus mengembalikan posisinya sebagai kader PKS dan Wakil Ketua DPR RI, disyukuri oleh pria asal Nusa Tenggara tersebut. “Saya bersyukur atas putusan provisi dikabulkan seluruhnya oleh majelis hakim karena urgensi dari sifat jabatan saya saat ini,” katanya.

Fahri mengatakan bahwa sifat jabatannya sebagai anggota DPR dan Wakil Ketua DPR adalah jabatan “elected official” sehingga ada konsep konstituensi, yaitu rakyat. Menurut dia, karena sifat jabatan itu, dirinya meminta untuk ditegaskan statusnya agar tidak guncang selama proses di pengadilan. “Saya minta dipertimbangkan selama proses ini. Maka, seluruh posisi dan keputusan yang terkait dengan posisi saya adalah status quo, baik di partai maupun di DPR,” ujarnya.

Ia menilai putusan itu dibuat hakim untuk menjawab permintaan pemohon atau penggugat karena urgensinya majelis hakim mengabulkannya. Fahri mempersilakan pihak PKS mengajukan keberatannya apabila merasa keberatan atas putusan tersebut. “Putusan itu mengikat semua pihak, termasuk institusi DPR, hingga ada keputusan tetap. Semoga dengan keputusan ini tidak ada gonjang-ganjing lagi dan masyarakat tetap tenang,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Made Sutrisna yang memimpin jalannya persidangan gugatan Fahri Hamzah terhadap pimpinan PKS mengabulkan sementara permohonan dari Fahri Hamzah. “Dengan ini Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan sementara permohonan penggugat,” kata Ketua Majelis Hakim Made Sutrisna di ruang sidang V, Jakarta Selatan, Senin (16/5).

Menurut Made, putusan tersebut mengacu pada Undang-Undang MD3 Pasal 239 Ayat (2) Huruf D dan Pasal 241 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 untuk memutuskan sementara. Namun, tidak memengaruhi pokok perkara. Ia mengatakan bahwa putusan itu bersifat sementara. Kendati demikian, harus dilaksanakan mengingat agar jangan sampai menimbulkan masalah kedua belah pihak.

Atas putusan itu, kata dia, untuk sementara Fahri Hamzah saat ini dinyatakan dikembalikan menjadi kader PKS dan tetap menjalani profesinya sebagai Wakil Ketua DPR RI. “Ya, sekarang untuk putusanya memulihkan sementara penggugat (Fahri Hamzah) sebagai kader PKS sampai putusan in kracht,” katanya.

Made menyatakan atas putusan provisi tersebut, pihak tergugat yaitu Presiden PKS Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Tahkim Hidayat Nur Wahid, Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat, dan Ketua Badan Penegak Disiplin Organisasi Abdul Muis Saadih, berhak melakukan banding. “Jika pihak tergugat keberatan dengan putusan provisi maka tergugat berhak mengajukan banding,” ucap Hakim Made.

Atas keberatan yang diajukan oleh kuasa hukum tergugat, Hakim Made mengatakan keberatan tersebut akan dicatat dan menjadi pertimbangan untuk putusan akhir. “Keberatan kami catat, secara tertulis pun juga bisa disampaikan. Kemudian tanggal 23 Mei persidangan akan dilanjutkan dengan agenda masih sama, mendengar jawaban tergugat,” tutur Made.

Sementara menanggapi putusan tersebut, pihak Partai Keadilan Sejahtera menyatakan bakal mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengabulkan permohonan provisi (tindakan sementara) gugatan perdata pemecatan Fahri Hamzah. “Atas putusan pengadilan hari ini dalam gugatan perdata saudara Fahri Hamzah, kami akan mengajukan banding,” kata kuasa hukum DPP PKS Zainuddin Paru.

Langkah untuk mengajukan banding tersebut, diungkapkan oleh Zainuddin setelah pengadilan memutuskan untuk memberlakukan status quo dalam keputusan serta proses oleh DPP PKS, Majelis Tahkim PKS, dan Badan Penegak Disiplin Organisasi terkait dengan status Fahri di DPR dan partai.

Zainuddin menilai apa yang dilakukan PKS dalam mengambil sikap terhadap Fahri Hamzah, adalah kewenangan petinggi partai, terlebih majelis hakim juga belum mendengar jawaban pihak PKS sebagai tergugat. “Hal ini bukan sengketa politik, terlebih pengadilan belum mendengar jawaban tergugat. Bagaimana bisa ada putusan tanpa mempetimbangkan dan mendengar jawaban dulu,” ujar dia. (jim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here