Reddorz Hotel Bantah Tidak Ajukan Izin Dan Tetap Beroperasi

0
172

BEKASI, (Garudanews.id) –Keberadaan hotel tak berijin di Kota Bekasi belum ada tindak lanjut dari pemerintah Kota Bekasi. Kota Bekasi yang saat ini sedang mengalami “turbulensi” anggaran, namun pengawasan oleh pemerintah Kota Bekasi dalam pendapatan seperti hotel seakan tidak terpantau.

Keberadaan hotel atau rumah kos di kota Bekasi kian menjamur, namun tidak memberikan dampak positif untuk anggaran pemerintah kota. Jangankan memberikan pemasukan, izin pun seakan tidak dipedulikan oleh para pengelola hotel atau rumah kos. Dampak positif lainnya pun tidak dirasakan oleh warga sekitar tempat hotel berdiri.

“Kemarin kita sudah koordinasi dengan distaru terkait dengan perizinannya, makanya sedang kita tindak lanjuti, saya kan belum tau segala izinnya,” kata Kasat Pol PP. Cecep Suherlan saat di konfirmasi melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Namun, hingga kini hotel yang terletak di Kelurahan Kayuringin Jaya tersebut kokoh berdiri dan menjalankam bisnisnya tanpa ragu. Diduga ada oknum yang membekingi hotel tersebut sehingga hotel yang tak berizin tersebut berani beroperasi. Tindakan nyata dari pemerintah kota Bekasi diperlukan agar dapat memberikan efek jera kepada pelanggar aturan.

Pihak kelurahan maupun kecamatan pun mengaku belum memberikan perizinan atau menerima surat permohonan terkait dengan hotel itu. Bahkan, para aparatur pemerintahan tersebut baru mengetahui keberadaan bangunan yang notebene mencolok diantara bangunan lainnya.

Kasatpol PP Cecep Suherlan juga menegaskan bahwa segala tindakan yang akan diberikan masih manunggu laporan dari masyarakat sekitar yang merasa keberatan dengan keberadaan hotel tersebut.

“Kalau saya menindaklanjuti berdasarkan laporan dari warga, kalau dari awal saya tahu pasti akan saya tutup,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak managemen hotel Reddorz ketika dikonfirmasi tidak ada ditempat, media hanya diterima oleh recepcionis. Pihak recepcionis,  hanya menyambungkan melalui sambungan telepon dengan kepala keamanan hotel yang memgaku bernama Hata. Dalam penjelasannya, Hata mengaku sudah pernah mengajukan ijin kepada kelurahan dan kecamatan semenjak 2 bulan yang lalu.

“Kami sudah ajukan kok surat izin dua bulan yang lalu, di kelurahan kita ajukan, tapi karna ada kesalahan jadi kita revisi lagi, senin lah kita akan ambil sudah lengkap semua,” kata Hata melalui sambungan telepon, Sabtu (8/12).

Ia kembali menambahkan bahwa perijinan yang ia ajukan terhambat di Dinas Pariwisata Kota Bekasi. Ia mengaku bahwa kinerja Dinas Pariwisata sangat lamban. Dengan nada sedikit tinggi, Hata juga mengajukan pertanyaan kepada media dan menjelaskan bahwa ia adalah mantan wartawan.

“Sebenarnya semua surat sudah kita ajukan, tapi kita lambat di dinas pariwisatanya,” tambahnya.

Hal tersebut sangat bertentangan dengan keterangan pihak kelurahan maupun kecamatan yang mengaku belum mendapatkan surat pengajuan izin hotel tersebut. Hal tersebut juga pernah disampaikan oleh Lurah Kayuringin Jaya Suyadi.

“Kita belum mengeluarkan surat izin apapun, baik itu IMB maupun surat ijin lainnya,” kata lurah Suryadi beberapa waktu lalu.

Seperti diberikan sebelumnya, bangunan yang awalnya sebuah rumah tinggal tersebut berdiri mencolok diantara rumah warga lainnya, dan mirisnya hotel tersebut berdiri tepat di depan sebuah lembaga pendidikan.

Penuturan sejumlah warga pun sangat mengejutkan, hilir mudik kendaraan masuk hotel tersebut dipertanyakan, pasalnya, ternyata hotel tersebut awalnya akan dibangun sebuah rumah kos. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here