Rupiah Terus Melemah, Jabatan Sri Mulyani Dipertaruhkan

0
108
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Ist)

JAKARTA (Garudanews.id) –  Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS)   hingga pada level Rp15.300, di perdagangan pasar spot, menimbulkan asumsi publik terkait keseriusan Menteri Keuangan Sri Mulyani  dalam menjaga stabilisasi mata uang rupiah yang dinilai akan beranjak pada titik ekuilibrum.

“Setelah gagal meyakinkan sentimen publik bahwa rupiah baik-baik saja, kini Sri Mulyani mulai memberanikan diri untuk mengakui bahwa pelemahan rupiah akan terus berlanjut. Sikap Sri Mulyani ini pertanda bahwa ia telah lempar handuk untuk mengatasi tingginya nilai dolar,” kata Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menyikapi merosotnya nilai, baru-baru ini.

Dengan persoalan ini, kata dia, jabatan Sri Mulyani sebagai menteri terbaik di Asia pun jadi pertaruhan, karena tak mampu menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar

Menurutnya, sikap Sri Mulyani itu mengindikasikan dua hal. Pertama, ada perbedaan pendapat di pemerintah dalam merespon pelemahan rupiah. Kebijakan yang diambil sejauh ini terbukti tidak memiliki pengaruh signifikan dalam menahan depresiasi rupiah.

“Kedua, perubahan sikap Sri Mulyani ini juga akan diikuti oleh Bank Indonesia yang merasa intervensi pasar tidak cukup efektif menahan pelemahan nilai tukar dan mengandung risiko menguras cadangan devisa,” tandas legislator dapil Jawa Barat itu.

Seperti diketahui, cadangan devisa diprediksi akan terus turun ke level 115 miliar dolar AS sampai dengan akhir bulan Oktober. Ditambahkan Heri, pelemahan rupiah masih terus terjadi. Ia memprediksi rupiah bisa sampai Rp16.000 per dolar AS hingga akhir tahun ini jika tidak ada kebijakan yang drastis dari pemerintah. (rel/prl)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here