Satu Terobosan Dalam Memberi Harapan Baru Menghadapi Kanker

0
168
dr. Rony Wijaya saat memberikan kiat cerdas tentang gaya hidup agar terhindar dari kanker.

SURABAYA (Garudanews.id) – Kanker telah menjadi ancaman yang sangat serius. Data dari Pusat Data dan Informasi kementerian Kesehatan RI (INFODATIN) menyatakan, secara nasional prevalensi penyakit kanker pada penduduk semua umur di Indonesia tahun 2013 sebesar 14 per 10.000 orang atau diperkirakan sekitar 347.792 orang.

Kanker memberikan pengaruh yang sangat kompleks pada diri pasien, karena terapi yang umum dilakukan sering kali membutuhkan dana yang besar, waktu yang tidak sebentar, dan disertai efek samping yang menyakitkan. Sangat dipahami jika akhirnya pasien kanker selain menderita secara fisik juga goyah batinnya.

Trubus bekerja sama dengan Gramedia dan didukung oleh Multicare meluncurkan buku MAITAKE LEBIH DARI SEKADAR JAMUR ANTIKANKER untuk memberikan harapan baru dalam menghadapi kanker.

Peluncuran buku tahap pertama sudah dilakukan di Gramedia Matraman, Jakarta, pada tanggal 24 Maret 2018, lalu. Sambutan yang sangat positif datang dari 100 lebih peserta yang hadir ke acara tersebut. Mereka adalah masyarakat umum, fans dari Facebook Page Lawan Kanker, dan anggota komunitas kanker di area Jakarta dan sekitarnya.

Mempertimbangkan sambutan masyarakat pada event pertama di Jakarta dan agar kehadiran buku ini segera diketahui oleh masyarakat yang lebih luas, maka peluncuran buku MAITAKE LEBIH DARI SEKADAR JAMUR ANTIKANKER juga diadakan di Surabaya  yang berlokasi di Function Room Lantai 3, Gramedia Manyar, Jl. Manyar Kertoarjo No. 16, Manyar Sabrangan, Mulyorejo pada hari Sabtu (5/5) pekan kemarin.

Berbarengan dengan itu juga akan diadakan seminar CERDAS MENGHADAPI KANKER yang dibawakan oleh dr. Rony Wijaya dari Jakarta. Dalam seminar ini diberikan kiat cerdas tentang gaya hidup agar terhindar dari kanker.

Terapi-terapi kanker yang umum dilakukan biasanya tidak hanya bekerja membunuh sel-sel kanker tetapi juga membunuh sel-sel sehat. Akibatnya, pasien akan merasakan efek samping seperti: kekebalan tubuh menurun, kelelahan, rambut rontok atau botak, mual dan muntah, nyeri atau sakit di bagian tertentu, luka di mulut atau tenggorokan, perubahan di kulit dan kuku (misal: menjadi gelap, kering, mengelupas).

Frekuensi tindakan terapi yang berulangkali semakin menambah penderitaan pasien. Kondisi fisik yang memburuk ini akan menyebabkan kualitas hidup pasien menurun dan yang ditakutkan akan melemahkan semangat juang pasien untuk sembuh.

dr.Rony Wijaya, Medical Marketing PT Indocare Citrapasific yang menjadi pembicara seminar ini mengatakan, untuk mengurangi efek samping selama terapi kanker, bisa digunakan terapi pendamping atau komplementer.

“Salah satunya dengan mengonsumsi suplemen jamur maitake,” katanya saat menjadi pembicara dalam Medical Marketing PT Indocare Citrapasific.

Khasiat maitake diteliti oleh guru besar Emeritus Universitas Kobe Jepang, Prof. Dr. Hiroaki Nanba Ph.D sejak tahun 1983. Ia menemukan bahwa khasiat maitake berasal dari adanya kandungan senyawa polisakarida beta glukan yang lebih unggul dibanding jamur lain yang juga dikenal bermanfaat untuk kesehatan. Senyawa tersebut adalah Maitake D-Fraction.

 Jamur maitake untuk kanker memiliki 3 aksi sekaligus yaitu:
A. Menahan
Membantu mencegah pembentukan sel kanker, menghambat perkembangan sel kanker,  dan menahan penyebaran sel kanker (metastasis) hingga 91,3%* dengan kandungan Maitake D-Fraction yang mampu meningkatkan imunitas tubuh.
B. Mengurangi

Mengurangi efek samping terapi kanker seperti, kerontokan rambut, mual dan muntah, rasa nyeri, dan kehilangan nafsu makan*.
C. Meningkatkan

Meningkatkan efektivitas pemulihan kanker dengan menggabungkan pengobatan kemoterapi dan konsumsi jamur Maitake. (man)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here