Saudara Bungsu Mantan Presiden Aljazair Dijebloskan ke Penjara

186

ALGIERS (Garudanews.id) – Seorang hakim militer Aljazair telah menempatkan saudara bungsu dari mantan Presiden Abdel Aziz Bouteflika dan dua mantan kepala intelijen dalam tahanan, TV pemerintah melaporkan, bergabung dengan serangkaian pengusaha dan pejabat yang sedang diselidiki atas korupsi menjelang pemilihan presiden.

Said Bouteflika dan dua jenderal, Athmane Tartag dan Mohamed Mediene, ditangkap pada Sabtu (4/5) kata TV pemerintah, Minggu (5/5).

“Ketiganya tengah diselidiki karena merusak otoritas militer dan berkomplot melawan otoritas negara,” katanya, mengutip pernyataan dari jaksa penuntut di pengadilan militer Blida, selatan Aljir.

Berdasarkan informasi yang berkembang, bahwa ketiganya telah ditahan, hal ini tentunya mendapat respon positif para pendemo di Aljazair yang sebelumnya menuntut perbaikan besar-besaran dari sistem politik sejak Presiden Bouteflika mengundurkan diri bulan lalu.

Rekaman TV menunjukkan para terdakwa memasuki pengadilan dekat pangkalan militer, 40 km dari Aljir.

Said Bouteflika, yang melayani sebagai penasihat puncak kepresidenan, bertindak sebagai penguasa de facto Aljazair setelah saudaranya menderita stroke pada 2013 yang membuatnya duduk di kursi roda.

Mediene telah menjadi kepala intelijen selama 25 tahun sampai pemecatannya oleh Bouteflika pada tahun 2015. (Red)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.