Tak Satupun Keluarga Mengakui Jasad Pelaku Teroris

0
245
Ilustrasi

JAKARTA (Garudnews.id) — Jenazah teroris yang melancarkan serangan di Surabaya belum diambil oleh keluarganya. Tak hanya itu, menurut keterangan polisi, Kamis (17/5), tak ada satupun keluarga yang menghubungi petugas untuk mengakui jasad-jasad tersebut.

Di Riau, jenazah keempat terduga teroris juga masih disemayamkan di RS Bhayangkara pada Jumat (18/5). Polisi masih menunggu konfirmasi dari keluarga dan melakukan proses identifikasi.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar menilai fenomena tak diterimanya jenazah pelaku teror oleh warga tempat asal pelaku, adalah sebuah bentuk reaksi sosial berupa penolakan dan pengungkapan kemarahan dari warga.

“Sebenarnya ini kan sebagai ungkapan kemarahan warga, di sisi lain itu jadi aib keluarga terdekat. Di sisi lain itu juga menjadi aib lingkungan tempat tinggal dia. Sehingga ada reaksi sosial seperti penolakan dan semacamnya,” kata Dahnil, Kamis (17/5).

Dahnil mengatakan, penolakan itu bisa dikatakan merupakan hukuman sosial yang ditunjukkan oleh masyarakat.  Ada ekspresi kedatangan pelaku terorisme ke kampung halamannya adalah sebuah aib.

Namun, dia menekankan, dalam ajaran Islam sendiri mengajarkan adanya hukum fardhu kifayah untuk menguburkan jenazah. “Dalam Islam, tentu jenazah harus segera dikebumikan, dishalatkan minimal oleh keluarga karena hukumnya fardhu kifayah. Terlepas seperti apa mereka,” ungkap Dahnil.

Dia juga menilai, penolakan itu jangan sampai terjadi juga kepada eks narapidana terorisme (napiter) yang masih hidup dan ingin berubah untuk memperbaiki diri. Dia lalu mencontohkan adanya eks napiter yang ditolak pada saat membaur dengan masyarakat, yang terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur.

Dilansir dari republika, dia mengatakan, bila tetap dijauhi dan tak diterima, justru malah akan membuat mereka benci dengan masyarakat dan menimbulkan dendam di diri eks narapidana teroris (napiter itu.

“Tapi saya mengimbau dari sisi napiter yang masih hidup yang ingin berubah, saya pikir mudah-mudahan ini tidak akan terjadi. Sehingga napiter-napiter itu memiliki kesempatan untuk merubah diri, kita bisa merangkul mereka, memberikan pemahaman agama yang benar,” ungkapnya. (Red/Lya)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here