Tercatat Ratusan TKA Serbu  Kota/Kabupaten Sukabumi 

0
98
Tenaga kerja asing asal cina

SUKABUMI (Garudanews.id) – Menurut data  ada 265 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang menyerbu wilayah Kota maupun Kabupaten Sukabumi. Padahal, permasalahan TKA ini menjadi salah satu tuntutan para buruh saat aksi memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day.

Berdasarkan informasi yang dihimpun garudanews.id di lapangan, ada 7 TKA di Kota Sukabumi sedangkan 258 TKA tersebar di Kabupaten Sukabumi. Bahkan, untuk di Sukabumi 90 persen jumlah TKA berada di PT. Glostar Indonesia (GSI).

“Perusahaan yang banyak memperkerjakan TKA ini, adalah perusahaan yang bergerak dalam pembuatan sepatu. Hal ini terbukti dari laporan yang tercatat sepanjang 2018, di PT GSI Cikembar ada 120 TKA. Sedangkan untuk PT GSI Sukalarang ada 58 TKA,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Ade Mulyadi kepada garudanews.id, Kamis (10/5).

Lanjut Ade, dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi terdapat 931 perusahaan yang terdata, sementara ada 72 perusahaan yang memperkerjakan TKA. Dari seluruh TKA yang bekerja di Kabupaten Sukabumi, hampir 90 persen didominasi oleh TKA dari Cina, Korea dan Taiwan.

“Dari tiga negara tersebut, sisanya dari TKA asal Arab. Saat ini, ada empat orang TKA Arab yang bekerja sebagai tenaga pengajar di salah satu Ponpes yang ada di wilayah Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar,” imbuhnya.

Kata dia, para TKA tersebut  bekerja di setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi sebagai enginer produksi di sejumlah pabrik sepatu dan garment.

“Mereka itu biasanya bekerja di bagian teknis untuk mengoperasikan mesin perusahaan,” pungkasnya.

Sementara Kepala seksi (Kasi) Penempatan di Disnakertrans Kota Sukabumi, Muhamad Sini, ada tujuh TKA yang bekerja di wilayah Kota sukabumi dan   ke tujuh TKA tersebut bekerja dengan posisi yang dianggap oleh perusahaan tak ada orang atau ahli dalam posisi tersebut. Sehingga didatangkanlah TKA dari luar.

“Kalau posisi itu ada yang bisa, maka tidak boleh perusahaan mengambil dari luar. Itu aturannya,” ujarnya.

Dia mengakui,  perusahan yang memperkerjakan ketujuh TKA itu yakni di PT. Kharisma Abadi, PT. Great Apparel, PT. Asia Agro Sakti Utama, PT. Rusin SKB Majujaya, PT. Mulia Segijobi, dan PT. Shun Ice Pratama.

“Ada aturan main untuk masalah TKA. Kalau menurut peraturan yakni untuk TKA pada perusahaan yang terdapat di lebih dari satu daerah, maka Ijin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dikeluarkan oleh Direktur pada Kementerian Ketenagakerjaan RI. Untuk TKA pada perusahaan yang terdapat di lebih dari satu Kabupaten/Kota, IMTA dikeluarkan oleh Disnakertrans,” terangnya. (Ded).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here