Ungkap Kejanggalan Penggunaan DD, Kejari Rote Lakukan Investigasi  

0
582
Tim dari Kejaksaan Negeri Rote Ndao saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek yang bersumber dari dana desa. (foto: Dance)

ROTE NDAO (Garudanews.id)  – Tim Intelijen dari Kejaksaan Negeri Rote Ndao kembali melakukan investigasi ke desa Lidamanu kecamatan Rote Tengah terkait dengan  pengerjaan dan kegiatan fisik dana desa (DD) yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2017 yang diduga diselewengkan oleh kepala desa dan kroni-kroni-nya.

Dari pantauan media ini di lapangan, Tim Intelejen dari Kajari Rote dilakukan di desa Lidamanu, dusun Moklain. Dimana pemeriksaan dilakukan pada beberapa titik pembangunan fisik 2017 di dusun moklain, yakni pembagunan jalan sertu dan dua buah croos way, dan di dusun batuleli pembangunan satu buah deker, pemeriksaan sendiri dilakukan secara detail, mulai dari ketebalan, panjang, hingga lebar dan tabalnya.

Hal ini untuk memastikan seluruh pekerjaan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa Lidamanu berjalan baik atau tidak sesuai dengan RAB yang sudah direncanakan sebelumnya.

“Dari kehadiran dan pengecekan yang kita lakukan hari ini semua pekerjaan pembangunan fisik di tiga dusun itu, yang pertama dusun Moklain kemudian yang kedua dusun Batuleli  dan yang ketiga dusun Paumata. Dari hasil pengecekan di lapangan ditemukan banyak pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB yang ada,” ujar Kasi Intelejen Kajari Rote,  Eduward Manurung, Jumat, (14/9).

Atas temuan tersebut, pihak Kejaksaan Negeri Rote Ndao segera menindaklanjuti pemeriksaan terkait pekerjaan infrastruktur yang sudah dilakukan atau yang di kerjakan fisik tahun anggaran 2017 di desa Lidamanu.

Selain itu pihaknya juga menyayangkan pengerjaan dalam proyek tersebut dikelola sendiri oleh sekdes dan TPK.

“Seharusnya pengerjaan dana desa dikerjakan swakelola oleh masyarakat bukan di kerjakan oleh kades dan kroni-kroninya. Dan yang sangat lucu lagi DD yang di kerjakan tahun anggaran 2017 belum juga di selesaikan 100%, juga,” katanya.

Menurutnya, pengerjaan proyek yang bersumber dari DD yang dilaksanakan di desa Lidamanu berupa pengerjaan fisik di dua dusun. Diantaranya dusun Moklain yaitu pembangunan pengerjaan jalan rabat beton dengan panjang volume 50 meter dengan pagu anggaran Rp28.000.000.

Dalam realisasi pengerjaan proyek tersebut diduga ada penguranan volume dan bahan material. Selain itu, pembangunan lapangan bola voli dengan pagu Rp55.535.000, dan pembangunan 1 buah deker di dusun Batu Leli dengan pagu anggaran Rp16.450.000,” ujarnya.

Selain itu, Kejari Rote Ndao juga menemukan adanya kejanggalan dalam proyek  drainase di dusun Moklain dengan pagu anggaran Rp75.500.000 dan pembangunan jalan sertu di dusun Moklain dengan pagu Rp45.500.000.

“Kami telah mengumpulkan bukti-bukti permulaan di lapangan terkait adanya dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut,” pungkasnya. (Dance)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here