Ahok: Mungkin Amien Rais Sudah Pikun

0
274
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama/ist

JAKARTA (GARUDANEWS)-Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama, yang akrab dipanggil Ahok, menanggapi pernyataan Mantan Ketua MPR, Amien Rais, yang menilai dirinya arogan. Mantan Bupati Bangka Belitung tersebut mengingatkan tokoh Partai Amanat Nasional itu terkait penghargaan yang pernah diberikan Rais kepada dia sebagai Aktor Demokrasi Sesungguhnya.

Dia menyinggung ingatan tokoh Partai Amanat Nasional itu. “Amien Rais… gimana yah orang tua… yah kita hargailah. Tapi saya ingatkan pada 2006 akhir waktu saya jadi bupati, dia kasih saya penghargaan sebagai Aktor Demokrasi Sesungguhnya,” kata Ahok, di Jakarta, Senin.

Saat itu, kata dia, Rais memberikan dia pin emas di Ancol, Jakarta Utara, dengan menggunakan pengawalan, karena Rais baru selesai menjabat sebagai ketua MPR. Menurut Ahok, Rais berkata pada dia saat itu, “Saya titipkan perjuangan demokrasi reformasi Indonesia kepada kamu, dan (saya) dikasih pin emas. Coba kamu ingatkan lagi mungkin dia sudah pikun,” kata Ahok.

Ahok “membongkar” memori itu kepada pers, terkait pernyataan Rais yang menilai sikap dia yang sangat arogan, senang menantang berbagai pihak, bahkan terkesan meremehkan lembaga negara, termasuk BPK terkait kasus RS Sumber Waras.

Sebelumnya, Rais di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (24/4), mengatakan, Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin sikapnya yang kerap “nyeleneh” dan memicu kontroversial. “Ini bukan masalah SARA, tapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas,” kata Rais, saat menghadiri pengukuhan dan sertijab pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisiyah Kabupaten Temanggung, di Graha Bhumi Pala, Temanggung.

Menurut dia tidak hanya sikapnya yang keras kepala, Ahok adalah satu-satunya pemimpin yang merasa paling benar dan ingin memboyong kebenaran menurut kacamatanya sendiri. Ia meminta semua pihak untuk bersatu menghentikan sikap kontroversial Ahok akibat kata-kata serta ucapan kotor yang kerap dilontarkannya.

Pada satu acara bincang-bincang yang disiarkan langsung stasiun televisi swasta nasional, secara emosional Ahok berkali-kali mengumpat tentang praktek korupsi di DKI Jakarta. Sampai enam kali dia mengatakan secara jelas kata yang tidak patut diutarakan di muka publik, yaitu (maaf) kotoran manusia atau hewan.

Sampai pembawa acara, Aiman Wicaksono, mengingatkan dia bahwa ini disiarkan langsung dan ditonton semua kalangan termasuk anak-anak. Hal ini sontak menimbulkan reaksi dari banyak kalangan sesudahnya, termasuk surat terbuka dari Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddik, agar dia tidak berlaku demikian lagi.

Ahok digadang-gadang akan maju ke Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen. Dia pernah bergabung dengan Partai Golkar di Komisi II DPR, menjadi bupati Bangka-Belitung, dan diusung Partai Gerindra sebagai wakil gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. (jim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here