AS Pindahkan Dubesnya ke Yerusalem, PBB Diminta Tidak Lepas Tangan

0
188
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Ist)

JAKARTA (Garudanews,id) – Langkah Presiden Amerika Donald Trump yang meresmikan Kedubesnya di Yerussalem merusak perjuangan perdamaian antara Palestina dan Israel. Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo atau yang sering disapa Bamsoet.

Untuk itu, Bamsoet meminta PBB tidak lepas tangan dan mengambil langkah tegas. Karenanya, Dewan Keamanan PBB harus segera menggelar pertemuan darurat untuk merespon kebijakan Amerika tersebut.

“Langkah Trump jelas merusak upaya perdamaian yang dari dulu diperjuangkan untuk menyelesaikan pertikaian Palestina dan Israel. Ini bisa memicu kemarahan umat Islam kepada Amerika Serikat,” ucap mantan Ketua Komisi III ini, di Jakarta, Kamis (17/5).

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, penempatan Kedubes AS akan menimbulkan konflik baru yang lebih besar. Masa depan perdamaian dunia akan semakin suram, situasi kawasan akan terus bergejolak.

“PBB harus secepatnya turun tangan. Jika kita berdiam diri, saya khawatir sentiment anti Amerika akan meluas dan itu tentu saja dapat memicu benih-benih terorisme yang mengancam kedamaian dunia,” ujar Bamsoet.

Bamsoet meminta, Kemenlu RI segera memanggil Duta Besar AS untuk menyampaikan nota protes kepada pemerintah Amerika. Pemerintah Indonesia juga diminta mendesak PBB untuk melakukan penyelidikan atas tewasnya puluhan demonstran Palestina belakangan ini.

“Kita adalah negara muslim terbesar. Kita harus ambil peran lebih besar untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Apalagi, konstitusi negara kita secara tegas menentang setiap bentuk penjajahan di muka bumi,” tuturnya.

Bamsoet menjelaskan, DPR RI melalui BKSAP selalu konsisten menyuarakan kepentingan Palestina di berbagai forum parlemen dunia. Seperti IPU (forum parlemen dunia), PUIC (forum parlemen negara-negara OKI) serta AIPA (forum parlemen ASEAN).

“Kita konsisten mendukung perjuangan Palestina dan mengutuk tindakan brutal Israel. Bahkan di PUIC kita telah menyampaikan kritik bahwa perpecahan negara-negara Arab sebagai faktor memburuknya situasi di Palestina.” ujar Bamsoet. (mhd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here