Bangkit Anak Muda Dengan Marwah Nilai Juang

0
287
Ruhiyat Saujana

Oleh : Ruhiyat Saujana

(Garudanews.id) – Kaum Muda haruslah berani bersikap. Merubah pilihan dalam kesejatian. Saat ini, anak muda Indonesia memiliki kesempatan yang terbuka luas untuk mengembangkan segala potensi dan keahlian yang dimiliki. Lahirnya keterbukaan informasi serta teknologi menjadi salah satu faktor kemudahan bagi anak muda Indonesia. Untuk itu, lebarkan segala ide kreatif dan semangat juang yang melekat dari para leluhur pendahulu.

 

Kesempatan baik ini tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Anak-anak muda Indonesia harus memanfaatkan kesempatan baik ini untuk saling fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan).

Gagasan dan ide-ide dari anak muda tentu menjadi faktor utama terjaganya Indonesia dari para penjajah yang bisa saja datang sewaktu-waktu, juga penting untuk meluruskan segala kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil, sembrono dan menindas rakyat kecil seenaknya.

Namun, apakah ide dan gagasan yang tercipta dari “tempat nongkrong” atau sekadar saat ngopi bersama itu bisa diimplementasikan untuk cita-cita besar seperti menjaga keutuhan NKRI dan meratakan kesejahteraan sosial.

 

Jawabannya tentu tidak,? Akses untuk mengimplementasikan gagasan dan ide-ide tersebut pasti akan terbentur oleh berbagai faktor, terutama dari faktor finansial dan birokrasi. Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar, “kalau ada fulusnya, semua akan lancar” atau “yang penting ada orang dalam”. Pandangan seperti ini sekiranya harus segera diubah melalui aksi nyata.

 

Aksi nyata ini bisa melalui partisipasi aktif anak-anak muda dalam mewarnai dunia politik. Mungkin ada benarnya terkait asumsi yang mengatakan bahwa “politik itu kotor, politik itu negatif, politik itu apapun jadi benar”. Tapi tidak berarti anak-anak muda lantas takut dan khawatir dengan pandangan-pandangan seperti itu.

 

Politik akan melahirkan keburukan, korupsi, kesenjangan dan lainya ketika orang yang tidak memiliki komitmen masuk di dunia politik, oleh karena itu wajib kiranya generasi muda untuk tampil aktif dan ikut memarnai kancah politik agar warwah dan tujuan sejatinya politik bisa terwujud.

Disadari atau tidak, memang politik menjadi pemicu kesenjangan sosial. Selain itu, masalah-masalah ketidakadilan dan keberpihakan juga kerap terjadi karena kesalahpahaman para pemain politik yang tidak bisa memposisikan dirinya dalam peran yang di ambil.

Justru, sebagai aksi nyata dari gagasan dan ide yang didapat dari hasil nongkrong, anak-anak muda harus melawan ketakutan yang ada dalam dirinya sendiri, yakni dengan cara memberikan kontribusi politik yang baik dan santun. Jadi, tidak ada lagi pandangan-pandangan negatif dari masyarakat terkait politik.

Namun lagi-lagi, hal itu tidak lantas menjadi alasan anak-anak muda memilih untuk apatis dengan dunia politik atau bahkan apolitis. Segala masalah kesenjangan dan penindasan kepada rakyat kecil ini akan segera teratasi dengan gagasan dan keberanian anak-anak muda. Berani untuk melawan dan berani meluruskan yang benar.

Oleh sebab itu, optimis keterliban anak-anak muda dalam dunia politik ke depan akan menjadikan Indonesia lebih baik dan berkeadilan. Selain itu, identitas sejarah para pendahulu yang tidak pernah mengenal kata lelah dan dan terus berkarya bisa menjadi salah satu poin penting untuk mengembalikan semangat anak-anak muda Indonesia dalam berperan aktif di dunia politik.

Harus ada upaya merefres aktor-aktor politik guna mencari potensi-potensi baru untuk mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara, generasi muda yang memiliki wawasan dan komitmen terhadap itu seyogyanya diberikan ruang kifrah dalam ruang politik karena berpolitik itu berbicara tentang berbangsa dan bernegara dan karena politik itu berbicara berkhidmat dan bermanfaat buar rakyat. (Apih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here