CBA Pertanyakan Hilangnya Aset di Kementerian Ketenegakerjaan 

0
265
Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman

JAKARTA (Garudanews.id) – Direktur Center of Budjet Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai sindiran atau kritikan Presiden Jokowi kepada Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengenai banyaknya pemborasan keuangan di Kementerian Ketenagakerjaan, memang sebuah kebenaran.

Dimana Presiden Jokowi memberikan contoh pemborosan tersebut bahwa anggaran untuk pemulangan TKI hanya mendapat porsi 10-20 persen, sedangkan kegiatan pendukungnya, seperti rapat-rapat dan perjalanan dinasnya dan sebagainya bisa mendapat 80-90 persen dari porsi anggaran.

Dan sebetulnya, di Kementerian Ketenagakerjaan bukan hanya pemborosan anggaran. Tetapi ada juga hilangnya aset negara, dan belum ditemukan misalnya sebanyak 1.360 unit laptop atau Notebook senilai Rp 25.126.979.217 karena tidak diketahui keberadaannya, atau dinyatakan hilang.

“Dan aset-aset ini belum jelas tetapi pada tahun 2017 Kementeriaan Ketenagakerjaan yang dipimpin Hanif Dhakiri, akan memborong laptop sebanyak 137 buah dengan anggaran sebesar Rp2,9 miliar,” paparnya kepada garudanews.id, Kamis (7/12).

Kemudian, lanjut dia, harga rata-rata laptop yang akan dibeli oleh Kementerian Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri ini sebesar Rp21,3 juta perbuah. Tetapi sebetulnya, harga laptop yang paling mahal, harganya tidak sampai harga itu, dan harga laptop yang paling murah, harganya sebesar Rp10 juta perbuah.

CBA meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan penyelidikan dugaan hilangnya aset laptop atau Notebook di Kementerian Ketenagakerjaan, dan adanya dugaan penggelembungan harga atau kemahalan harga pembelian laptop atau Notebook tahun 2017 di Kementerian Ketenagakerjaan.

“Maka untuk itu, KPK harus segera memanggil Menteri ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri ke kantor KPK,” tandasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here