“Dear Nathan: Hello Salma” Menyodorkan Topik Kesehatan Mental

0
225

JAKARTA (Garudanews.id) – Sukses dengan film “Dear Nathan” (2017), Jefri Nichol dan Amanda Rawles kembali dipertemukan dalam film “Dear Nathan: Hello Salma” (2018).

Kisah percintaan antara Nathan (Jefri Nichol) dan Salma (Amanda Rawles) tetap menjadi kekuatan cerita dalam film yang diadopsi dari novel best seller karya Erisca Febriani dengan judul “Hello Salma” yang dirilis tahun 2018.

Bila dalam film “Dear Nathan” menyuguhkan kisah klasik cinta remaja—mengusung pertemuan siswa SMA yang berprestasi dan si pembuat onar—kali ini “keonaran-keonaran” di sekuel “Dear Nathan: Hello Salma” melemparkan penonton pada cerita yang tak terduga.

Saat penonton mulai menebak alur cerita, di luar perkiraan, penulis skenario Bagus Bramanti justru mengajak penonton menelusuri “lorong baru” di luar kisah cinta Nathan dan Salma.

Kepindahan Nathan dari SMA Garuda setelah berkonflik dengan Salma dan mereka berpisah, mengantarkan Nathan bertemu dengan Rebecca (Susan Sameh), siswa yang kerap dipanggil guru BP.

Secara tidak sengaja, Nathan yang hendak kabur dari sekolah barunya, justru bertemu dengan Rebecca yang hendak bunuh diri. Kedewasaan Nathan ditampilkan melalui rasa empati yang menahan Rebecca berpikir ulang atas tindakannya.

Sayang, cuplikan depresi yang dialami Nathan yang terekam dalam “Dear Nathan” itu tidak ditampilkan dalam sekuel “Dear Nathan: Hello Salma”. Padahal, cuplikan adegan itu dapat memperkuat ingatan penonton atau bagi mereka penonton baru memeroleh benang merah dari metamorfosis siswa SMA menuju kedewasaan.

Kembali lagi pada sikap Nathan yang heroik dalam membela Rebecca rupanya membuat Rebecca jatuh cinta kepada Nathan. Sang sutradara Indra Gunawan berhasil mengaduk perasaan penonton untuk menebak seperti apa kisah cinta Nathan.

Film bergenre drama romantis ini juga menyelipkan unsur keluarga sebagai bagian penting dalam hidup kita.

Papa Nathan (Surya Saputra) menjadi kunci jawaban dari pergumulan Nathan yang kerap memilih berkelahi menjadi solusi.

Di film besutan produser Gope T Samtani ini, papa Nathan memilih mengajak anak untuk berkomunikasi daripada mengedepankan amarah dalam mendidik anak remaja yang tengah mencari jati diri.

Benturan demi benturan nantinya dihadapi anak remaja saat menghadapi dunia nyata. Papa Nathan mengingatkan bahwa benturan itu mengalami lima fase, mulai dari ngeyel, amarah, depresi, kehilangan tujuan hidup, dan berakhir dengan ikhlas.

Selain itu, “Dear Nathan: Hello Salma” menampilkan sosok orangtua yang kerap memaksa keinginannya itu terwakili melalui Papa Salma (Gito Gilas). Masuk perguruan tinggi ternama dan mencarikan jodoh bagi Salma, yakni Ridho (Devano Danendra). Hal itulah pemicu depresi yang dialami oleh Salma.

Seperti apakah akhir kisah cinta dari Nathan dan Salma? Nantikan kejutannya pada penayangan perdana “Dear Nathan: Hello Salma” yang bertaburan bintang muda pada 25 Oktober mendatang di bioskop kesayangan Anda.(Ant/Sfa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here