Dugaan Kasus Bagi-Bagi Uang, Arief Siap Diperiksa Jaksa

0
252
Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi (Diskorindagkop) ‎Kabupaten Sumbawa,  Arief.

SUMBAWA (Garudanews.id) – mengaku pihaknya siap diperiksa siap diperiksa oleh penyidik Kejaksaan terkait adanya dugaan suap yang sempat menyeruak di publik.

“Negara ini adalah negara hukum. Dan kita harus patuh dan taat kepada hukum. Oleh karena jika ada panggilan penyidik Kejaksaan maka saya siap untuk dimntai keterangan”ungkap Arief kepada wartawan media ini (10/1/2018).

Menurut Arief ‎selaku warga negara tidak boleh menyakiti, tidak boleh sembarangan untuk berbuat. Jika itu diluar norma maka hal tersebut adalah pelanggaran.

“‎Setiap pelanggaram harus diungkapkan. Dalam hal ini, ini fitnah, fitnah kejam. Oleh karena fitnah kejam itu bukan hanya dirasakan oleh subyek tapi juga keluarganya. Bayangkan kalau fitnahnya itu dikasih uang. Atau disogok hanya untuk memenangkan proyek atau seterusnya dibaca oleh anak istri apa jadinya anak istri kita. Dan mereka menuduh kita. Dan kita semakin terhukum,”tegasnya.

‎Lanjut Arief ‎jika itu suatu pelanggaran atau suatu kejadian jika diyakini oleh subyek tertentu silakan tempu jalur hukumnya. Kenapa harus hingar bingar. Kenapa harus sembarangan menuduh. Tunjukan saja buktinya lapor kepada aparat hukum, keamanan kita kan punya institusi hukum. Bukan menghukum orang dengan kabar-kabar begitu.

“Oleh karena itu saya percaya kepada aparat penegak hukum. ‎Tidak akan mendiamkan hal ini. Dan saya selaku korban saya sangat menunggu untuk dipanggil oleh Kejaksaan,”tambahnya.

Arief juga kepada seluruh masyarakat agar berpartisipasi didalam hukum untuk mengungkapkan kebenaran. Karena hal tersebut menjadi preseden bagi Kabupaten Sumbawa.

“Kita ingin masyarakat yang beradap. ‎Maka hormatilah keadaban itu yakni keadaban hukum. Hukum yang mengatur hak kita yang mengatur hak berbangsa dan bernegara,”katanya.

Seperti diketahui bahwa pihak Kejaksaan Sumbawa Sudah melakukan pemeriksaan ‎ terhadap ‎Direktur PT Tiba Papua—rekanan proyek Pasar Induk Brangbara, Mahdan dan Humasnya, Erik.

Pemeriksaan terhadap pihak rekanan ini karena isunya, uang tersebut berasal dari PT Tiba Papua yang dibagi melalui Humas perusahaan tersebut. Selain itu juga pihak Kejaksaan Sumbawa terus mencari dan mendalami informasi terkait aroma bagi-bagi duit pada proyek pembangunan pasar induk Brang Bara yang menelan anggaran APBN 2017 senilai Rp 5,5 milyar. (Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here