Justin Adrian Untayana Ingin Terapkan Mindset Generasi Muda Anti Korupsi

4

BEKASI, (Garudanews.id) – Justin Adrian Untayana SH, MH adalah Lawyer disebuah pertambangan. Pria bertubuh tambun ini, selain menjadi pengacara juga mengajar disebuah Universitas. Saat ini, menurut Justin, peneratapan maindset generasi muda yang anti korupsi sangat dibutuhkan, Jumat (18/01).

Justin Adrian mengatakan, cara satu-satunya memberantas budaya korupsi adalah bukan semata-mata dengan menaikkan gaji pejabat Pemerintah. Sebab, keinginan “manusia” pada dasarnya tidak memiliki batas. Dan, bukan juga dengan hukuman MATI. Sebab, Negara China sudah menerapkannya bertahun-tahun, tapi korupsi di negara itu, tidak pernah hilang.

Cara satu-satunya sambung Justin, adalah dengan memutuskan budaya korupsi melalui supremasi hukum dalam artian, hukum adalah segala-galanyanya, tidak ada tebang pilih (equality bifore the law) tidak ada tawar-menawar dan tidak ada “kebijakan” terhadap segala bentuk pelanggaran hukum.

“Meulai dari tingkatan terendah setiap orang, harus terus selalu dituntut untuk tunduk terhadap hukum. Mungkin mayoritas orang di Indonesia akan merasa tidak nyaman bilamana dilakukan supremasi hukum secara menyeluruh,” kata Justin yang ikut maju jadi Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 5  wilayah Kramat Jati, Duren Sawit dan Jatinegara dari Partai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Seperti lanjut Justin, tidak mengenakan helm saat berkendara, langsung ditindak, melawan arah di jalanan, langsung ditindak, jualan sembarangan langsung ditindak, buang sampah sembarangan langsung ditindak, menghina orang dengan kata-kata kotor langsung ditindak, memalsukan merek barang langsung ditindak.

Ditegaskannya, hukum harus tegak tanpa pandang bulu, tanpa mendengarkan alasan apapun, tanpa negosiasi, langsung diproses hukum, tiada ampun. Bila kita menjalankannya, selama bertahun-tahun, dipastikan akan terbentuk budaya baru yaitu, budaya Patuh Hukum dan Budaya Supremasi Hukum!

“Sejak kecil, setiap orang akan terbiasa dan memiliki kesadaran, bahwa mereka tidak bisa bertindak sesuka hati. Ada konsekuensi hukum dalam tindakan-tindakan yang mereka lakukan. Orang-orang akan terbiasa melakukan sesuatu secara bertanggung jawab dan dalam koridor hukum,” jelasnya.

Bukti Efektifnya Supremasi Hukum

Ada di banyak Negara seperti Singapura, Jepang dan negara-negara scandinavia (Denmark, Swedia, Finlandia, dll). Masyarakatnya terbiasa tertib dan Supremasi hukum berjalan bahkan di Singapura, meludah saja bisa ditindak!.

Pada akhirnya, dapat kita lihat sendiri Kasus Korupsi di negara-negara itu, hampir tidak pernah terjadi!. Tanpa hukuman mati sekalipun, budaya korupsi itu tidak ada dengan sendirinya!

Koruptor, merupakan “anak kandung” atau “buah” dari perilaku kehidupan masyarakat sendiri. Dengan memperbaiki Prilaku kehidupan masyarakat, melalui Supremasi Hukum, dengan sendirinya kita akan melahirkan generasi yang taat.

“Itulah, salah satu cara saya untuk menularkan paham persatuan, untuk menyikapi intoleransi yang sudah berkembang saat ini. Saya rangkum semua itu dalam konsep kurikulum bela negara,” ungkap Justin.

Justin menambahkan, negara lain yang mampu berkembang karena masyarakatnya yang patuh dengan hukum dan peraturan.

“Semenjak adanya pemimpin yang baru, saya kembali percaya dengan politik,” pungkas Justin yang dulu aktif terlibat dalam organisasi, namun semenjak orde baru Justin sempat tidak terlalu tertarik dengan politik. (Mam)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.