Kondisi Jalan Kabupaten Termaju Memprihatinkan

0
550
Kondisi jalan rusak. Dok.garudanews

Bogor (Garudanews.id)-Kondisi jalan Kabupaten di beberapa wilayah Kabupaten dengan motto Kabupaten Termaju ( Kabupaten Bogor) memang memprihatinkan. Selain sempit, jalannya juga banyak yang berlubang parah. Salah satunya di jalan Teluk Pinang, Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi.

Jalan itu hampir seperti sungai kering. Jalanan berlubang dan membahayakan pengendara. Salah satu warga setempat, Linda mengatakan, akibat jeleknya jalan tersebut, sering terjadi kecelakaan.

” Sering terjadi kecelakaan di sini (Jalan Alternatif Teluk Pinang). Kondisi jalan nya rusak parah. Apalagi kalau musim hujan, air selokan melimpah memenuhi jalan. Saya heran dengan kwalitas pembangunan pemerintah Kabupaten Bogor” ujarnya kepada Garudanews.id.

Beberapa kalo Garudanews.id lewat jalan itu memang kondisinya sangat memprihatinkan. Sepertinya tidak ada koordinasi antara pengairan dengan binamarga dalam proses pembangunan. Sehingga air dengan mudahnya melimpah ke jalan dan merusak jalan.

Akibat kondisi jalan yang sudah menahun seperti itu, warga Kecamatan Ciawi gerah dan akan melakukan aksi demo besok, Rabu, 24/05 di lokasi.

” Kami atas nama Solidaritas Masyarakat Ciawi akan melakukan Aksi unjuk rasa besok Rabu. Kami prihatin dengan kwalitas pembangunan di Bogor Selatan. Bupati harus lihat kondisi ini. Jangan cuma mengunjungi tempat-tempat yang baik saja. Banyak jalan dan jembatan yang rusak. Mestinya Bupati juga melihat itu” ujar Ujang Khamun, Koordinator Aksi.

” Selain itu kami juga mempertanyakan kinerja UPT Binamarga dan UPT Pengairan. Kemana saja mereka selama ini. Anggaran setiap tahun turun, masak kondisi jalan hancur hancuran kayak rengginang” tambah Ujang.

Sementara itu Kepala UPT Bina Marga Ciawi, Eko Sulistyo, mengatakan, untuk penbangunan jalan di wilayah Ciawi masuk pada pembangunan tahap pertama. Tinggal menunggu pelelangan.

” Untuk jalan di wilayah Ciawi sudah kami ajukan dan alhamdulilah semua masuk pembangunan tahap pertama. Tinggal menunggu hasil lelang. Cuma masalah lelang bukan kewenangan kami. Ada ULP disana. Jadi posisi kami hanya menunggu hasil lelang oleh ULP, setelah itu langsung pengerjaan. Jadi waktunya yang belum bisa di tentukan” terang Eko.

Terkait penyebab kerusakan jalan dibeberapa wilayah penyebab utamanya adalah melimpahnya air dari parit atau selokan di pinggir jalan. akibat perawatan selokan/parit yang tidak bagus, Air menggenangi jalan, sehingga aspal cepat rusak.

Kepala UPT Pengairan Wilayah Ciawi, Eka, hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi. Cj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here