Loloskan Paulina, Partai Demokrat Diduga Kangkangi Putusan Fit And Proper Test

3

KUPANG (Garudanews.id) – Dalam menghadapi ajang Pemilu Kepala Daerah tingkat Kabupaten Rote Ndao, Partai Demokrat sebagai salah satu partai yang ramai dilirik oleh para kandidat Bakal Calon (Balon), di perhelatan Pilkada 2018 mendatang di Kabupaten ini, telah melaksanakan beberapa tahapan prosedur dalam menentukan figur mana yang dinyatakan layak maju dalam pertarungan pilkada tahun mendatang, yang akan diusung oleh partai Demokrat Rote Ndao.

Salah satunya, adalah dengan cara melakukan Fit And Propertest, serta mendengarkan paparan visi-misi dari setiap Balon yang telah mendaftar di Partai ini.

Terhadap tahapan ini, partai Demokrat Rote Ndao telah melakukannya dengan mengundang seluruh Balon yang mendaftar di partai tersebut. melalui inkonsistensi Tim Panitia 7 Deak Pilkada DPD Partai Demokrat NTT,  untuk Bakal Calon Bupati-Wabup Rote Ndao, yang digelar pada (04/09 s/d 12/09).

Dengan berakhirnya masa tenggang dalam agenda Fit And Propertest pada tanggal 12/09 tersebut, maka serta merta partai Demokrat telah menyatakan bahwa tahapn tersebut sudahinvestigasi media ini menyebutkan, meski tahapan tersebut dinyatakan oleh Partai Demorat telah ditutup, tetapi kuat dugaan secara diam-diam ada oknum dalam kubu internal partai Demokrat sendiri, telah dengan sengaja memainkan perannya di tingkat (DPC / DPD Demokrat) yang pada akhirnya, Fit And Proper test bisa dilaksanakan  atau setidak tidaknya dibuka kembali lagi pada kamis, (14/09) kepada salah satu Bakal Calon Bupati a/n. Paulina Haning Bullu, SE, yang seblumnya sudah di diskualifikasi oleh Tim 7 Panitia Penyaringan Bakal Calon Bupati/Wabup Partai Demokrat Rote Ndao.

Menjadi pertanyaan, mengapa hal ini bisa terjadi ? Dan Jika Fit And Propertest yang dilakukan kemudian ini hanya untuk satu pasang Balon semata atas tanggungjawab siapa? Jika hal ini memang benar maka nama baik dan citra Partai Demokrat  di mata konstituen, akan dinilai tidak konsisten terhadap aturan yang sudah di keluarkan oleh Pimpinan Partai Demokrat NTT.

Untuk mengetahui kebenaran dari polemik ini, redaksi mencoba untuk melakukan penelusuran lebih lanjut kepada sejumlah narasumber berkompeten yang mempunyai kapasitas dalam menjawab polemik ini.

Sekretaris DPD Demokrat NTT Ferdinandus Leu, yang dikonfirmasi media ini via whatsap, Minggu, (17/09) membenarkan jika untuk tim penyaringan (Fit and Propertest) kepada Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati Rote Ndao yang dibuka kembali untuk pasangan atas nama Paulina Haning Bullu, tertanggal (14/09) tidak ada masalah.

“Mengenai pelaksanaan fit and proper test (FPT) untuk ibu Paulina Bullu, dapat saya jelaskan, bahwa Ibu Paulina telah mendaftar sebagai balon Bupati Rote Ndao (RN) di DPC PD RN. Berkas-berkas beliau juga sudah diserahkan DPC ke DPD sesuai jadwal yang ditetapkan,” ungkap Ferdinandus.

Hanya saja, lanjut Ferdinan,  saat pelaksanaan FPT, yang dijadwalkan tgl 2 & 4 Sept, yang bersangkutan tidak hadir. ketika dikonfirmasi Paulina menyatakan tidak dapt undangan & pemberitahuan pelaksanaan FPT.

“Pada saat itu ibu Paulina juga berada di luar daerah.  Kemudian mengajukan komplain ke DPD karena tidak mendpat undangan/pemberitahuan,” ujarnya.

Dasar pengambilan keputusan di Partai Demokrat adalah hasil survei yamg akan dilakukan nanti. Oleh karena itu semua balon yang telah mendaftar tetap punya peluang yang sama.

“Tergantung survei nanti. Oleh karena itu semua balon yg telah mendaftar tetap punya peluang yang sama, tergantung survei nanti. Bagi PD, tidak cukup kuat alasan untuk menggugurkan balon hanya dengan alasan teknis. Bagi PD, survei lah jadi dasar penentuan balon yang diusung. Apakah dengan keputusan/beleid ini DPD inkonsisten? saya kira tidak,” bebernya.

DPD  justru menilai ada kekeliruan teknis di DPC. Ada semacam gelagat menghalangi-halangi balon tertentu oleh oknum di internal partai.

“Karena itu, sebagai pertanggungjawaban DPC, kami perintahkan DPC untuk menghubungi balon yang bersangkutan dan mengantarnya ke DPD untuk mengikuti FPT. DPD tidak pernah menyatakan mendiskualifikasi balon yang tidak hadir pada saat FPT,” katanya.

Ditanya soal keputusan Rakerda Demokrat, yang mana telah menyatakan tahapan Fit And Propertest ini telah berakhir dan ditutup pada tanggal (12/09) lalu, dirinya kembali memastikan bahwa terhadap pembukaan kembali tahapan ini khusus pada satu pasangan bakal calon ini tidak bermasalah, karena tidak menyalahi ataupun bertentangan dengan aturan partai.

Ditempat terpisah, Direktur Eksekutif Partai Demokrat, Martinus Tokan, saat diminta tanggapannya terkait polemik tersebut menjelaskan, dirinya hanya menindaklanjuti perintah dari atasan.

“Saya juga tidak tahu, karena ini perintah dari ketua partai Demokrat melalui sekretaris partai Demokrat Ferdinandus Leu, maka kami sebagai bawahan mengikuti saja,” ungkapnya.

Ditanya apakah keputusan Ketua Partai Demokrat NTT ini tidak menyalahi aturan yang sudah di buat oleh Partai? Martinus membeberkan, bahwa apa yang telah dilakukan ini telah menyalahi aturan.

“Ini sudah salah sekali  dan jika ada Bakal Calon yang tau dengan keputusan yang di buat oleh partai  maka Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati yang sudah mendatar di partai Demokrat  bisa membuat aduan keberatan,”  urai Martinus, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya. (Dance H).

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.