Minggu, 21 Oktober, 2018.
Beranda FOTO UTAMA Masuki Musim Kemarau, Sejumlah Wilayah di Indonesia Terancam Alami Kekeringan

Masuki Musim Kemarau, Sejumlah Wilayah di Indonesia Terancam Alami Kekeringan

0
217
kekeringan (ist)
JAKARTA (Garudanews.id) – Memasuki akhir Juli, suhu udara di Jakarta makin panas, bisa mencapai 33 derajat Celcius, yang membuat mandi keringat saat siang hari.

Bahkan, di sejumlah daerah sudah lebih dari sebulan terakhir tidak turun hujan hingga mengalami kekeringan, seperti di beberapa kabupaten di Yogyakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Akibat kekeringan tersebut, masyarakat mulai sulit memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari karena air di sumur-sumur warga mulai mengering.

Seperti masyarakat di sejumlah desa di kawasan pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mulai kesulitan air bersih akibat kekeringan yang melanda kawasan tersebut.

Kesulitan air bersih memang sering terjadi di daerah itu saat musim kemarau. Sumber air, seperti sumur dan danau mengering, sedangkan air sungai berasa asin akibat intrusi air laut.

Saat ini, lima desa dilanda kekeringan, yakni Desa Parebok, Basawang, Regei Lestari, Kuin Permai, dan Lempuyang, sedangkan Desa Ujung Pandaran yang berada di pinggir pantai, masih tersedia air bersih dari sumur yang masih terdapat cadangan air.

Untuk memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa membeli atau memanfaatkan cadangan air yang ada bahkan mengambil air di kubangan, seperti dilakukan warga Desa Krangkeng Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memprediksikan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus dan September 2018.

Saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau yang diperkirakan normal dan tidak dipengaruhi El Nino yang menyebabkan kekeringan parah seperti pada 2015.

Meski tidak dibarengi dengan El Nino atau anomali suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik ekuator yang membawa dampak kekeringan di Indonesia, namun musim kemarau tahun ini sudah makin terasa dampaknya. (Ant/Lya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here