Mengenang Kembali Cikarang Tempoe Doeloe

0
160
Bioskop Mulia Cikarang Tempoe Doeloe (IsT)

KABUPATEN BEKASI (Garudanews.id) – Tempo doeloe, Cikarang adalah ibu kota Kewedanaan (Kantor perwakilan pembantu bupati diatas camat) di Kabupaten Bekasi. Wilayahnya terdiri Kecamatan Tambun, Cikarang, Lemahabang, Kedung Waringin, dan Cibitung. Kewedanaan Cikarang merupakan wilayah pusat perdagangan dan hiburan yang dikenal sebagai kota yang tak pernah tidur.

Salah satu penunjang keramaian di Kecamatan Cikarang era tahun 70-an hingga 80-an adalah hadirnya gedung-gedung bioskop yang keren kala itu, bahkan di Kewedanaan Cikarang, hanya Kecamatan Cikarang yang memiliki bioskop, tak tanggung-tanggung jumlahnya tiga bioskop di lokasi yang berdekatan hanya beberapa ratus meter jarak antar bioskop.

Pasti banyak pembaca yang mempunyai pengalaman maupun sweet memory mengenai bioskop. Bahkan, saat pacaran pun lokasi bioskop memiliki peranan penting. Maklum, di bioskop kita bisa duduk berduaan di tempat remang remang dengan nyaman, tak beda jauh dengan muda-mudi Cikarang era 70-80an dengan bercelana cutbrai berkemeja dengan kancing terbuka hingga terlihat dada bagi pria, bioskop memegang peranan penting untuk mencari hiburan.

Dikutip dari berbagai sumber, Era 90an ke tahun 2000an bioskop-bioskop ini tergerus jaman dan akhirnya memilih tutup, dari hasil ngobrol-ngobrol wartawan media ini dengan tetua saksi bioskop-bioskop Cikarang. Tutupnya bioskop-bioskop ini disebabkan beberapa faktor, antara lain era televisi booming dimana hadirnya tv-tv swasta, jika dulu paling hanya tv TVRI.

Modernisasi Cikarang, hadirnya kota industri di Cikarang tahun 1995 turut menggerus dengan kehadiran bioskop yang lebih modern dan nyaman yang dikelola korporasi dibanding bioskop-bioskop yang dikelola perorangan, dan faktor era boomingnya VCD player dimana masyarakat dengan mudah menyaksikan film-film menggunakan VCD player dengan harga terjangkau, pun dengan keping-keping VCD yang mudah didapatkan. Pada akhirnya ketiga bioskop ini sepi dan ditinggal penonton setia mereka.Nah 3 bioskop apa saja yang pernah ada di Cikarang? Ini dia sedikit cerita tentang ketiganya.

1. Bioskop Pasar Cikarang

Bioskop Pasar Cikarang (Ist)

Bioskop ini berada di Pasar Cikarang (sekarang Pasar Lama Cikarang) Jl. Yos Sudarso dekat pecinan, bioskop satu layar ini terbilang di kelas menengah karena banyak pedagang dan masyarakat kelas menengah, dan muda-mudi yang berkantong lumayan kala itu menonton di bioskop ini dengan harga tiket dipatok dikisaran Rp1000, jejak-jejak bekas bioskop ini sudah tidak nampak lagi, hanya bekas-bekas bangunan toko tua.

2. Bioskop Mini Theater Cikarang

Bioskop ini berada di Jl. Yos Sudarso simpang Jl. Kapten Sumantri berjarak kurang lebih 500 meter dari bioskop Pasar Cikarang, bioskop satu layar ini dikenal sebagai bioskop yang murah meriah dan berfasilitas apa adanya, tiket yang dipatok kala itu Rp300-Rp500 saja. Bioskop ini dikenal juga dengan istilah misbar, karena atap-atap seng yang menutupinya kerap bolong dan jika hujan datang tentu saja bocor ke penonton, dan jika sudah begitu penonton yang kebocoran tentu pindah atau malah bubar. Misbar kepanjangan dari geriMIS buBAR. Kala itu bioskop ini juga menjadi favorit muda-mudi yang berseragam sekolah untuk menonton film, tentu saja karena dikenal sebagai bioskop murah meriah film-filmnya tidak secepat tayang di bioskop Pasar Cikarang.

3. Bioskop Mulia Theater

Bioskop ini berada di Jl. Gatot Subroto berjarak kurang lebih 300 meter dari bioskop Mini Theater Cikarang, bioskop ini memiliki dua layar atau theater dan dikenal sebagai bioskop yang lumayan nyaman dengan harga tiket yang lebih mahal dibanding kedua bioskop sebelumnya, yakni Rp2000. Bioskop ini dikenal ‘hobi’ memutar film-film India yang kala itu memang sedang ngetren. Bioskop ini memiliki kelas-kelas tempat duduk, diantaranya kelas balkon dan reguler.

Berbeda dengan kedua bioskop sebelumnya, kalau di bioskop Pasar Cikarang dan Mini Theater Cikarang sebelum film dimulai penonton menunggu di luar bioskop sedangkan di Mulia Theater penonton bisa menunggu di lobi bioskop.

Ketiga bioskop tersebut tinggal cerita klasik bagi orang-orang tua kita yang lahir dan hingga usia tuanya kini masih di Cikarang, bagi kamu yang kelahiran era 90 dan besar di Cikarang paling tidak mengenal bioskop ini, salah satu wartawan Harian Nasional News masih ingat betul beramai-ramai bersama teman-teman menyaksikan film perjuangan di bioskop Mulia Theater sekitar tahun 2003. Kini yang tersisa hanya gedung-gedung tua yang menjadi saksi bisu betapa pada masanya Cikarang sudah sedemikian maju pesat menjadi salah satu kota penting di Kabupaten Bekasi. (SAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here