Menkeu Didesak Copot Dirjen Bea Cukai

0
399
Ketua NCW Syaiful Nazar. (Dok.garudanews.id)

JAKARTA (Garudanews.id) – Nasional Corruption Watch (NCW) menuding maraknya barang ilegal dan peredaran narkoba yang terus menggurita di tengah masyarakat diduga akibat kelalian Direktorat Jendral (Dirjen) Bea Cukai dalam melakukan pengawasan barang yang berasal dari luar negeri.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan kepada Presiden RI Ir Joko Widodo agar memerintahkan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, segera melakukan reformasi secara menyeluruh dan berkesinambungan ditubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Selainin itu, NCW juga meminta Presiden RI, Ir Joko Widodo agar segera membentuk Badan Khusus atau Satuan Tugas Khusus dalam rangka optimalisasi pengawasan dan pengamanan hak-hak negara dibidang Pabean dan Cukai

“Kami mengajukan permintaan kepada Mentcri Keuangan, agar segera mengganti Direktur Jcnderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi. Karena selama ini kinerjanya dinilai minim prestasi. Hal itu dilihat dari selama kepemimpinannya tidak pernah melampaui target yang ditentukan pemerintah,” terang Syaiful Nazar saat jumpa pers di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Selasa, (26/12).

Dalam keterangannya, NCW juga mendesak agar Dirjen Bea Cukai melakukan keterbukaan informasi dan data secara transparan kepada masyarakat.

Terutama kepada Pers dan lembaga-lembaga penggiat anti korupsi, agar Undang-undang berjalan sebagaimana mestinya. Penerimaan target Bea Masuk dan Cukai dinilai bisa tercapai, apabila Dnjen Bea Cukai Iebih aktif dan maksimal meng-ekstensiflkasi (manambah jenis barang cukai).

“Sehingga penerimaan bea masuk dan cukai bisa tcrcapai dalam peningkatan APBN. Namun, kenyataannya saat ini Bea Cukai belum terlaksana. Sehingga penenerimaan bea masuk dan cukai tidak mencapai target yang diharapkan,”  ujar Syaiful.

Dia pun mennyontohkan banyaknya peredaran rokok ilega masih merajalela dipasaran dan barang impor ilegall.

“Tentunya hal ini dapat dikategorikan sudah terindikasi KKN antara oknum Bea Cukai yang berkantor ditempat produsen tersebut,” ujar dia.

Disamping itu, NCW juga menyoroti pola mutasi dan promosi yang terjadi di bea cukai. Karena selama ini diduga  tidak profesional dan proporsional. Prosesnya diiakukan atas dasar “kartel”.

“Yakni siapa suka siapa, siapa tidak suka siapa, dan siapa titip siapa,” ujarnya

MisaInya saja banyaknya kasus diseintegritas yang melilit Bea Cukai.

“Seperti kasus Semarang, Tanjung Priok, transaksi PPATK yang melibatkan oknum BC dan teman teman seangkatan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi,” beber Syaiful. (Dar)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here