Panwaslu Temukan Dugaan Pelanggaran Pemilu

0
110
ilustrasi pemilu (ist)

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Jelang pelaksanaan pemilihan umum legisletif (Pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan dilaksanakan pada April 2019 mendatang, yang saat ini telah memasuki masa kampanye, sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh calon legislatif (Caleg) kerap ditemukan.

Salah satunya, seperti yang terjadi di desa Keoen Dusun Nunuoe, kecamatan Pantai Baru kabupaten Rote Ndao. Caleg Asal Partai Golongan Karya (Golkar)dapil 2 atas nama Yeri Fanggidae yang di dampingi oleh Wakil Bupati Rote Ndao terpilih Periode 2019 -2024 atas nama Stefanus Saek melakukan sosialisasi pertemuan terbatas dilaksanakan di rumah milik Yet Lase yang merupakan anggota Linmas tanpa mengunakan STTP dan di luar jadwal Kampanye caleg tersebut.

Terkait hal tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Rote Ndao melalui Ketua Panwascam Pantai Baru Hani Tade, membenarkan hal tersebut.

“Pada saat itu  kami menerima informasi dari masyarakat, secara langsung Anggota Panwas desa dan Panwas Kecamatan Pantai Baru atas nama Arten dan Nina Ngulu langsung turun ke lapangan dan mengecek informasi itu, dan ternyata memang benar ada sosialisasi caleg dari Partai Golkar Yeri Fanggidae didampingi Wakil Bupati Stefanus saek. Bahkan  pada saat Panwas Desa Keoen   Arten tiba di rumah tempat sosialisasi, posisi Bapak Wakil Bupati terpilih Stefanus Saek berada di lokasi tersebut,” katanya, Minggu (4/11).

Saat itu juga, Panwas Desa langsung meminta agar pertemuan tersebut di hentikan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar bahwa pertemuan tersebut telah berlangsung dari jam 16.00 sore.

“Atas perbuatan tersebut kami kemudian melaporkan ke Bawaslu Kabupaten berdasarkan rekomendasi dari Kabupaten.  Maka besok Senin (5/11), (hari ini) kami sudah mengeluarkan surat panggilan guna melakukan klarifikasi  terhadap Yeri Fanggidae dan Yet Kase selaku Linmas Sekaligus tuan rumah,” ucapnya.

Hasil pantauan media saat itu,  Caleg atas nama Yeri Fanggidae diduga telah memaparkan visi dan misi sekaligus  kepada para undangan yang hadir saat itu mulai dari RT RW dan juga TKD dan juga di dampingi Wakil Bupati terpilih.

Seperti diketahui, bila caleg tersebut terbukti melakukan pelanggaran berkampanye di luar jadwal dan tanpa STTP,  maka Caleg tersebut melanggar Pasal 269 Juncto Pasal 82 Undang-Undang Nomor 10 Tahun Tahun 2008 tentang Pemilu.  Selain itu juga melanggar Undang Undang No 7 Tahun 2017 pasal 280 Ayat 2. (Dance)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here