Patroli Bakamla RI Amankan Kapal Dokumen Palsu

0
247
Kapal bernama KMN Sri Rahayu ini diamankan oleh KAL Weling 1-7-17 setelah pada pemeriksaan awal yang dilakukan, didapati kapal memiliki beberapa dokumen tidak sesuai SIB/surat ijin berlayar dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI).

JAKARTA (Garudanews.id) – Sebuah kapal motor ikan dengan dokumen-dokumen palsu berhasil diamankan dalam operasi patroli Bakamla RI yang digelar di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia Timur (ALKI III), kemarin.

Kapal bernama KMN Sri Rahayu ini diamankan oleh KAL Weling 1-7-17 setelah pada pemeriksaan awal yang dilakukan, didapati kapal memiliki beberapa dokumen tidak sesuai SIB/surat ijin berlayar dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI).

Pemeriksaan oleh KAL Weling 1-7-17 yang dikomandani Kapten Laut (P) Dwi Prasetyo, S.T. dilaksanakan pada saat Kapal Angkatan Laut ini sedang melakukan operasi patroli dibawah bendera Bakamla RI di Perairan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 Berdasarkan hasil pemeriksaan, kapal motor yang membawa 6 ABK tersebut diketahui memiliki dokumen Surat Laik Operasi (SLO) Kapal Perikanan yang tidak sesuai dengan SIB dan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) tidak sesuai dengan SIKPI (palsu). Setiap kapal yang memasuki pelabuhan diwajibkan untuk menyerahkan dokumen asli kapal (surat-surat  dan sertifikat) kepada syahbandar  untuk diperiksa dan disimpan sampai dengan pada saat kapal berangkat diberikan bersamaan dengan surat ijin berlayar.

Selanjutnya, kapal yang dinakhkodai Oscar Mesakh beserta seluruh ABK dikawal ke Pangkalan Kupang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapal Bermuatan 2.090 Pak Rokok Ilegal Ditangkap

KRI Kalahitam-828 berhasil menangkap Kapal bermuatan 2.090 pak rokok saat sedang melaksanakan Operasi Samakta Udhaya -17 BKO Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurlabar).

Penangkapan kapal tersebut terjadi pada koordinat 02 37.36 LU – 101 05.06 BT tepatnya di Tenggara Perairan Sinaboi, Kepulauan Riau, Sabtu (25/11). Menurut Kepala Dispenarmabar, Letkol Laut (P) Agung Nugroho, penangkapan bermula saat KRI Kalahitam-828 melaksanakan patroli sektor di sekitar Perairan Selat Malaka.

Selanjutnya, KRI KLH-828 mendapatkan informasi tentang akan adanya kapal kargo muat barang ilegal keluar dari Pelabuhan Jurong Singapura. Setelah mendapat informasi tersebut, menurut Agung, KRI Kalahitam-828 segera meningkatkan pengawasan di sekitar wilayah perairan Selat Malaka.

Sesaat kemudian, KRI KLH-828 mendeteksi 1 kontak kapal sedang berlayar di Selat Malaka. Hasil identifikasi visuil terlihat bahwa kontak tersebut adalah kapal layar motor jenis kargo (KLM) dengan nama KLM Sinar Nusantara. Selanjutnya, KRI KLH-828 melaksanakan Peran Pemeriksaan dan Pengeladahan guna melakukan pengecekan lebih detail.

Setelah KRI KLH-828 mendekat dan merapat di KLM Sinar Nusantara, maka Tim Pemeriksa KRI segera melaksanakan proses pemeriksaan baik terhadap dokumen kapal maupun muatan kapal.

Selesai pemeriksaan, diketahui bahwa KLM Sinar Nusantara adalah kapal berbendera Indonesia dengan ukuran 128 GT, berlayar dari Jurong Singapura tujuan Songkhla Thailand dengan membawa muatan 2090 pack.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Kapal tersebut berlayar tidak dilengkapi dengan beberapa dokumen yang sah, sehingga kapal dikawal menuju ke Lanal Dumai guna proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanju. (Dance/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here