Pembangunan Jalan Tol Bocimi Dinilai Menggilas Perekonomian Jalur Protokol

0
123
Proses pembangunan jalan tol Bocimi, yang saat ini diterpa isu pungli. (ist)

BOGOR (Garudanews.id) – Pembangunan Jalan Tol Bogor –Ciawi—Sukabumi (Bocimi) merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan, tapi menggilas perekonomian yang berdampak pada perputaran roda ekonomi  jalur protokol.

Hal itu terlihat saat uji coba, sebulan yang lalu. Kendaraan yang seharusnya melewati jalur utama,lebih memilih pada jalan bebas hambatan. Akibatnya ribuan calon  konsumen tidak terjaring.
Restoran dan sejumlah pedagang lapak buah sangat terkena imbas. Karena biasanya para pengunjung atau pembeli sebagian besar dari wisatawan yang berkunjung ke Sukabumi dan sekitarnya.

“Banyak mobil yang masuk jalan tol,dagangan kami sepi pembeli. Biasanya pada hari libur,penghasilan bisa tembus Rp 3  sampai Rp 4 juta,tapi lebaran kemarin malah hanya dapat Rp300 ribu perhari,”  keluh pedagang buah di jalur protokol, Syamsu (33) kepada garudanews.id, Kamis (12/7).

Hal serupa juga dikatakan pedagang kuliner ayam bakar dan pecel lele Ade (43). Dia mengaku penghasilannya turun drastis saat jalan tol dibuka.

“Jarang mobil yang lewat,pembeli juga hampir tidak ada,penghasilan tidak usah ditanya,sangat jauh dengan hari – hari biasa,” ungkapnya.

Bagi para pelaku usaha,melihat gelagat yang kurang menguntungkan,tidak sedikit mereka memindahkan lokasi usahanya dari kawasan jalan protokol sekitar ruas Ciawi – Cigombong ke wilayah Cicurug sampai parung kuda.

“Kalau kami bertahan,jelas akan rugi,karena perputaran uang sangat kecil. Tapi untuk jalur Cicurug sampai Parungkuda,peluang usaha berkembang masih terbuka,” tuntasnya.
(pendi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here