Pertandingan Sepakbola Liga Desa Berakhir Ricuh

0
153
Pertandingan sepakbola Liga Desa antara Desa Pantai Makmur dan Desa Cibuntu berakhir ricuh.

KABUPATEN BEKASI (Garudanews.id) – Pertandingan sepakbola Liga Desa antara Desa Pantai Makmur Kecamatan Tarumajaya dengan Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung, di Stadion Mini Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Jumat (24/11), berakhir ricuh. 

Pertandingan terpaksa dihentikan sesaat pada pertengahan babak kedua. Pertandingan yang diwarnai hujan kartu kuning bagi masing-masing tim ini, memuncak saat pemain Desa Pantai Makmur berbenturan dengan salah satu pemain Desa Cibuntu.

Wasit yang terlambat mengambil keputusan, disambut lemparan oleh suporter dari Tribun Barat, Stadion Mini Tambun.

Para pemain di dalam lapangan terlibat saling dorong, karena menganggap putusan wasit tidak fair dengan tidak mengambil putusan tegas.

Aksi saling dorong antar pemain merembet, beruntung tidak ada yang mengalami luka serius dalam kejadian tersebut.

Dalam pertandingan itu, wasit mengeluarkan total tujuh kartu kuning, dua untuk Pantai Makmur dan empat untuk Cibuntu.

Setelah pertandingan dilanjutkan, Desa Pantai Makmur yang bermain dengan sepuluh pemain harus ketinggalan jauh. Di babak pertama, Pantai Makmur ketinggalan satu poin.

Kesalahan operan berhasil dimanfaatkan Aris yang sedang berada ditengah.

Sontak tanpa penjagaan dirinya mampu menggiring bola dan mematahkan kebuntuan.

Memasuki babak kedua, tim Pantai Makmur tetap tidak bisa mengimbangi permainan lawan.

Pelatih Pantai Makmur Kecamatan Tarumajaya, Maruih mengatakan, timnya mengapresiasi panitia dalam turnamen tersebut.

“Kami mengapresiasi panitia pelaksana yang menyediakan tempat dan lapangan yang bagus. Tetap semangat tim sepakbola Kabupaten Bekasi,” ucapnya saat diwawancarai usai selesai pertandingan.

Maruih juga tetap mengapresiasi wasit. Meskipun banyak kesalahan yang dibuat wasit, sehingga ia menilai pertandingan tidak fair. Bahkan mengundang reaksi para penonton.

“Saya sangat puas kinerja wasit, walaupun ada beberapa yang tidak sama dengan pandangan saya. Wasit terkesan kurang adil,” sindirnya.

Ia berharap agar wasit selanjutnya pada turnamen Liga Desa Nusantara ini, bisa lebih profesional dan lebih baik lagi.

“Harapannya agar wasit lebih bagus lagi dan lebih sportif,” tutupnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here