Presiden Jokowi Didesak Segera Copot Menteri Rini

0
162
Menteri BUMN Rini Sumarno/Ist

JAKARTA (Garudanews.id) – Beredarnya video percakapan yang diduga dilakukan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama PLN, Sofwan Basir yang sempat viral dimedia sosial harus manjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo.

Dimana dalam percakapan yang diduga dilakukan oleh keduanya membicarakan mengenai fee 15 persen pada proyek yang ada di PLN.

Menyikapi persoalan tersebut pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Wahyudi Winarjo menilai Rini Soemarno sudah tak pantas lagi duduk di Kabinet Kerja sebagai menteri badan usaha milik negara (BUMN). Menurutnya, percakapan antara Rini dengan Sofyan Basir soal proyek di BUMN yang melibatkan kerabatnya telah mencoreng citra Presiden Joko Widodo.

Wahyudi mengatakan, langkah paling pas yang harus ditempuh presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu adalah mencopot Rini. “Rini wajib diberi sanksi berat, taruhlah di-reshuffle atau ditegur langsung oleh presiden,” kata Wahyudi, kepada wartawan, Minggu (6/5).

Menurutnya, pencopotan Rini juga akan memudahkan aparat penegak hukum yang bakal menelisiknya dalam dugaan patgulipat bagi-bagi proyek BUMN. Terlebih, penyelidikan dan penyidikan perkara korupsi harus didahulukan ketimbang kasus lain. “Tentu dengan tidak menggugurkan upaya penegakan hukum,” cetusnya.

Wahyudi lantas merujuk pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo yang mengaku sedang mencari kejelasan tentang rekaman pembicaraan antara Rini dengan Sofyan. Menurut Wahyudi, lembaga antirasuah itu harus menelusuri adanya dugaan korupsi berupa bagi-bagi fee.

Terlebih, Rini dalam rekaman itu juga menyebut dua kakaknya. “Jika pembicaraannya bagi-bagi fee, tentu merugikan citra kabinet serta citra presiden,” tutupnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here