Ratusan Pekerja Kontrak PT ALS Minta Dinaikan Status Karyawan Tetap

0
227
Ratusan karyawan kontrak yang tergabung dalam SBSI PT Armas Logistik Service (ALS) melakukan aksi unjuk rasa dilingkungan perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Ahmad Yani, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (7/12).

KOTA BEKASI (Garudanews.id) – Ratusan karyawan kontrak yang tergabung dalam SBSI PT Armas Logistik Service (ALS) melakukan aksi unjuk rasa dilingkungan perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Ahmad Yani, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (7/12). Mereka menilai manajemen perusahaan telah menyalahi Peraturan Perundang-undangan Tenaga Kerja Tahun 2003.

Unjuk rasa damai itu di mulai sejak pukul 09.00 WIB. Sejumlah aparat yang terdiri dari anggota Polsek dan anggota Koramil setempat berjaga-jaga. Dalam unjuk rasa tanpa orasi itu, mereka membawa empat poin tuntutan diantaranya; Pertama, status karyawan kontrak menjadi karyawan tetap. Kedua, 13 orang (PHK) yang tergabung dalam Serikat Pekerja di pekerjakan kembali. Ketiga, 2 orang di rumahkan (non job) agar dikerjakan kembali. Keempat, dalam proses perundingan tidak ada lagi pemutusan hubungan kerja.

“Kami datang ke sini melakukan aksi damai agar pihak manajemen perusahaan mengabulkan 4 tuntutan kami,” ujar Ketua PK SB SBSI PT ALS Slamet Riyadi, Kamis (7/12)

Dikatakan, sebelumnya perwakilan dari karyawan telah melakukan perundingan dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi. Namun selama proses mediasi selama 2 kali belum ada titik temu dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Justru, kami meminta 2 orang yang non job malah 77 orang yang di non job kan,” tuturnya.

Semula para karyawan kontrak telah membentukan Serikat Pekerja sebagai perlindungan hukum. Tujuannya tak lain, mereka menginginkan adanya status karyawan tetap sesuai dengan Peraturan UU Tenaga Kerja. Namun pihak manajemen perusahaan tidak mengizinkan didirikannya serikat pekerja tersebut. Padahal, rata-rata pekerja kontrak PT ALS itu sudah diatas 4 tahun masa kerja.

Namun menurut Slamet, tidak ada masa jedah dalam 1 bulan sejak kontrak pertama hingga ketujuh selama 13 tahun bekerja.

Tak hanya itu, pihak manajemen juga telah menawarkan kepada mereka agar dapat mengundurkan dari perusahaan dan perkumpulan serikat pekerja. Bahkan, perusahaan akan membayar upah sisa kontrak kerja tersebut.

“Saya di iming-iming oleh pesuruh dari perusahaan, dia datang ke rumah saya. Katanya, perusahaan akan membayarkan sisa kontrak 11 bulan (masa kerja 5 tahun) sebesar Rp60 juta, tapi saya menolaknya,” ungkap salah satu korban non job, Ian selaku Operator Forklip.

Korban PHK sepihak, Iskandar mengatakan, ”Perusahaan Armas telah melanggar Pasal 59 Ayat 7 UU Tenaga Kerja Tahun 2003. Seharusnya semua karyawan di sini sudah diangkat menjadi karyawan tetap,” kata Operator PT ALS itu.

Seiring aksi itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja kota Bekasi, Sudirman mendatangi PT ALS. Ditengah-tengah aksi massa, dia memberikan anjuran agar perwakilan pekerja melayangkan surat terkait permohonan status karyawan tetap kepada disnaker setempat sebelum dikeluarkannya pesangon sesuai dengan peraturan.

“Saat ini pekerja menuntut status. Nantinya, Dinas Tenaga Kerja berhak memanggil pengusaha setelah putusan sidang. Selanjutkan, Disnaker akan mengeluarkan anjuran bahwa pekerja PT ALS adalah karyawan tetap,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa ini akan berlangsung hingga tanggal 15 Desember bulan ini. Jika tuntutan tidak dikabulkan, maka para pekerja berencana mengumpulkan massa aksi lebih besar lagi diperbantukan oleh serikat pekerja se DKI Jakarta. Dalam aksi ini, tak ada satu pun pihak perusahaan yang mendatangi kerumunan massa. Namun, para pengunjuk rasa membubarkan diri dari lingkungan perusahaan tersebut.

Diketahui, PT ALS merupakan perusahaan yang bergerak dibidang logistik dan otomotif. Group PT Astra ini telah memiliki karyawan kontrak sebanyak 300 orang dan berdiri sejak 2004. (Red)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here