Ribuan Siswa Resah, PPDB Tingkat SMA/SMK di Bogor Kacau

0
765

BOGOR (garudanews.id) – Diprediksi ribuan siswa merasa resah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah SMA negeri dan  SMK negeri di Kabupaten Bogor dinilai kacau. Karena, sistem PPDB online yang diterapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat tidak berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Pendaftaran sistem online untuk tingkat sekolah menengah atas itu sangat lambat. Akibatnya, ribuan siswa yang hendak mendaftar dengan sistem online merasa resah,” ucap pemerhati pendidikan Bogor, Agus Lelana kepada garudanews.id, Rabu (7/6).

Kata dia, akibat sistem online mengalami kendala, maka para siswa lulusan SMP/sederajat dan orangtuanya mendatangi langsung SMA negeri dan SMK negeri yang menjadi tujuan untuk melanjutkan sekolah.

“Lantaran para lulusan SMP beserta orangtuanya kesulitan mendaftar melalui sistem online, maka mereka mendaftar langsung ke sekolah tujuan,”terangnya.

Sementara para siswa yang didampingi orangtua berharap dengan datang ke sekolah tujuan akan bisa mendaftar tercapai. Tapi sayangnya, keinginan siswa dan orangtuanya terbentur Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, khususnya Pasal 74 (ayat 1 dan 2) dan Pasal 82 (ayat 1 dan 2) tentang Penerimaan Peserta Didik pada Satuan Pendidikan Dasar/Menengah yang objektif, transparan, dan akuntabel harus melalui online.

”Sejak tadi pagi saya membuka website penerimaan online, tapi tidak bisa, sangat lama. Masa sampai dua jam tidak bisa-bisa. Akhirnya saya ke sini, disini (sekolah, Red),”ujar Romli (40) warga Kecamatan Cigombong Bogor.

Senada dikatakan Adi Winarto, warga Kecamatan Caringin bahwa, sejak pagi, dirinya membuka website penerimaan siswa baru. Hal itu dilakukan karena adiknya akan mendaftar ke SMAN 1 Cigombong.

”Kayaknya penerimaan siswa baru sistem online di Bogor banyak kendala. Makanya saya daftar manual atau offline langsung dating ke sekolah,”katanya.

Panitia PPDB SMAN 1 Cigombong, Dadi Abdillah ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya tidak bisa melakukan apa-apa karena sistem penerimaan online lambat. Akibatnya, sekolahnya diserbu siswa dan orangtua siswa yang hendak mendaftar ke sekolahnya.

”Ya sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan koordinator wilayah (koorwil) dalam melayani PPDB offline ini. Intinya kami hanya ingin mempermudah masyarakat dan memperlancar,” katanya.

Kata dia, dalam PPDB 2017-2018 untuk tingkat SMA/SMK menggunakan dua jalur yakni, akademik dan non akademik. Untuk jalur akademik di buka pendaftaran mulai tanggal 3 sampai 8 Juli 2017 mendatang.

“Sedangkan pendaftaran jalur non akademik dimulai tanggal 6 hingga 10 Juni 2017, dan pengumuman tanggal 16 Juni,”kata Dadi.

Dadi mengakui, untuk jalur non akademik terdiri dari Apresiasi Prestasi 10 persen, siswa yang memiliki MoU 10 persen dan Afirmasi atau siswa tidak mampu 20 persen.

“Dan untuk tahun ini, SMAN 1 Cigombong akan menerima siswa kelas X sebanyak 360 siswa untuk 10 kelas,”pungkasnya. (dedi/pend)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here