RUU Kebidanan Membuat Tugas Perawat, Dokter dan Bidan Tidak Tumpang Tindih

0
127
 Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso

JAKARTA (Garudanews.id) – Rancangan Undang-Undang Kebidanan yang tengah dibahas Komisi IX DPR RI dengan pemerintah akan menjelaskan posisi dan tugas para bidan sebagai tenaga medis. Hal itu dilakukan guna memastikan tugas antara bidan dan perawat, serta dokter tidak akan tumpang tindih. Demikian pernyataan yang disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso seperti dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/10).

“Selain masalah konsil yang masih menjadi perdebatan Komisi IX dengan pemerintah, juga ada beberapa masukan dari para tenaga medis untuk RUU Kebidanan ini. Salah satunya terkait tugas dan wewenang para bidan. Mereka berharap agar jangan ada tumpang tindih tugas,” ujar Imam.

Pada kesempatan itu, legislator dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menjelaskan bahwa dalam draf RUU Kebidanan terbaru, semua masukan tersebut sudah tercantum. Sehingga tenaga medis tidak perlu khawatir akan terjadinya tumpang tindih tugas dan wewenang antara bidan, perawat serta dokter.

Ditambahkan Anggota Komisi IX DPR RI Siti Masrifah, selain telah memasukan pasal tugas dan wewenang bidan, Panja RUU Kebidanan Komisi IX DPR RI juga telah mencantumkan beberapa permasalahan lainnya. Seperti pendidikan bidan yang bisa melalui jenjang Strata I (S1) ataupun Diploma III (DIII), namun ditambah dengan pendidikan profesi.

Sehingga, imbuh legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, para bidan yang notabene berasal dari politeknik kesehatan atau kebidanan tidak perlu khawatir tidak akan bisa menjadi bidan, sepanjang telah meluluskan diri mengambil pendidikan profesi juga.

Bahkan, masih kata Masrifah, keinginan akan adanya jenjang karir para bidan sebagaimana perawat, juga telah ditampung dan dimasukkan dalam draf RUU Kebidanan ini. Meski demikian, pihaknya masih terus menampung aspirasi atau masukan dari berbagai tenaga medis, serta elemen masyarakat lainnya untuk lebih menyempurnakan RUU ini.

“Kami yakin, diakhir masa bakti kami dalam periode ini, kami bisa menghadiahkan sesuatu untuk para bidan. Karena RUU ini merupakan usul inisiatif DPR RI,” harap legislator daerah pemilihan Banten ini. (Rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here