Selama Masa Tenang, Radio dan Televisi Dilarang Siarkan Kampanye

0
79

JAKARTA (Garudanews.id) – Seluruh stasiuntelevisi dan radio di masa tenang jelang Pemilu, dilarang menyiarkan kegiatan atau materi kampanye pasangan calon presiden-calon wakil presiden, maupun partai politik selama masa tenang 14 April 2019 hingga masa pencoblosan 2019 mendatang.

Bukan hanya itu, larangan yang sama juga berlaku bagi penayangan iklan kampanye pasangan capres-cawapres dan partai politik. “Jadi selama masa tenang, siaran radion maupun layar televisi harus benar-benar bersih dari kegiatan kampanye dan iklan kampanye,” ujar Ketua KPID Provinsi DKI Jakarta Kawiyan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/4).

Kawiyan menambahkan, televisi dan radio juga dilarang menyiarkan ulang materi debat kampanye pasangan capres-cawapres yang berlangsung 13 April 2019. Untuk mengawasi kegiatan penyiaran yang dilakukan radio dan televisi, KPID DKI Jakarta  melakukan pemantauan atau monitoring selama 24 jam yang melibatkan 69 tenaga  pemantau dan sejumlah tenaga ahli yang menganalisis konten siaran.

“Insya Allah dengan pemantauan yang sangat ketat, jika terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga penyiaran akan terpaantau,” tegas Kawiyan.

Komisi Penyiaran Indonesia bersama Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawasan Pemilu,
dan Dewan Pers pada September 2018 telah membentuk Gugus Tugas Pengawasan dan Pemantauan Pemberitaan, Penyiaran, dan Iklan Kampanye Pemilihan Umum Tahun 2019.

Keempat lembaga tersebut telah membuat keputusan bersama yang mengatur secara
teknis pengawasan dan pemaantuan tersebut. Di tiingkat provinsi, pengawasan dan pemantauan tersebut dilakukan oleh KPID Provinsi, KPU Provinsi dan Bawaslu Provinsi.

Sebelum pencoblosan tanggal 17 April 2019, Gugus Tugas di tingkat provinsi DKI Jakarta akan melakukan konperensi pers bersama untuk mengumumkan kepada publik tentang hasil pengawasan dan pemantauan seluruh kegiatan kampanya Pemilu 2019. (Cheap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here