Sidang Kasus e-KTP, JPU Disebut Kerap Mencemooh Terdakwa di Persidangan

0
217
Kantor pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. (Foto; dok.garudanews.id)

JAKARTA (Gaudanews.id) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sering mengungkapkan kalimat yang kasar dan mencemooh terdakwa di depan persidangan dan hal itu dinilainya tidak lazim dilakukan oleh seorang penegak hukum.

Pernyataan tersebut diungkapkan Maqdir Ismail, penasihat hukum terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto saat membacakan nota pembelaan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jumat, (13/4).

Menurutnya lembaga pengadilan itu sebauah lembaga untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran.

“Karena hukum harus berkeadilan dan kemanfaatan,” ujar Maqdir saat membacakan nota pembelaannya di depan mejelis hakim.

Pengadilan adalah untuk memberikan hak asasi manusia Persamaan di Hadapan Hukum (Equality Before the Law). dan bukan menjadi tempat penghukuman, apalagi menjadi tempat untuk balas dendam terhadap apa yang tidak disukai.

Karena prektik hukum yang demikian kara Maqdir, bahwa suatu penghukuman adalah suatu perkara yang penting dalam perkara pidana, yaitu membuktikan tersangka bersalah.

“Model penegakan hukum seperti ini dinilai sangat efesian, karena mampu melahirkan katakutan dan menjauhkan diri dari tantangan atau sanggahan, bagi tersangka atau terdakwa. Sebab dengan adanya sanggahan dan tantangan, maka bagi para penyanggah dan penantang akan diancam dengan hukuman yang lebih tinggi,” jelasnya.  (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here