SPPG Tolak Akuisisi Pertagas oleh PGN

0
109
Ketua Umum SPPG Nugeraha Junaedy melakuakan pernyataan sikapnya terkait rencana akuisisi Pertagas oleh PGN, di kantor Pertamina Gas Distrik Tegalgede, Kabupaten Bekasi, Jumat, (13/70 kemarin. (Foto: dok.garudanews.id)

BEKASI (Garudanews.id) – Serikat Pekerja Pertamina Gas (SPPG) Jawa Barat menolak akuisisi Pertagas oleh  Perusahaan Gas Negara (PGN). Hal tersebut dikatakan Ketua Umum SPPG Nugeraha Junaedy saat menggelar konfereensi pers di kantor Pertamina Gas Distrik Tegalgede, Kabupaten Bekasi, Jumat, (13/70 kemarin.

Menurutnya, gas bumi adalah salah satu sumber energi penting bagi negara yang memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan energy nasional. Sudah sepatutnya gas bumi dikelola oleh negara bukan public sesuai yang tertulis pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 2.

“Hal tersebut mendasari SPPG  khususnya di Jawa Barat dengan tegas menyatakan menolak diakuisisi oleh PGN,” ujar Junaedy.

Kantor Pertamina Gas (Pertagas) Distrik Tegalgede,area Jawa bagian barat, di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: dok.garudanews.id)

SPPG berpendapat bahwa skema akuisisi yang dilakukan tidak menjamin dominasi penguasaan negara sesuai amanat konstitusi, dimana perusahaan yang  43,036 % sahamnya dimiliki oleh public/swasta (dominan pihak asing) mengakuisisi perusahaan yang 100 % dimiliki Negara, dan tindakan akusisi Pertagas oleh PGN tersebut berpotensi mengakibatkan kerugian Negara dan patut diduga adanya tindakan penyalahgunaan wewenang yang bertujuan menguntungkan sekelompok pihak tertentu saja.

“Pertagas sebagai perusahaan yang sehat dan memiliki proyeksi keuntungan bisnis yang baik, 100 % sahamnya berpotensi divaluasi atau valuasi deirekayasa menjasi lebih rendah dari nilai yang seharusya terutama jika terdapat oknum-oknum pengambil keputusan mengidap moral hazard dan pihak swasta atau asing yang berkepentingan ikut bermain untuk mengeruk keuntungan bisnis nasional,” katanya.

Junaedy  menilai proses konsolidai melalu akuisisi Pertagas oleh PNG dilakukan terburu-buru hanya berdasarkan opsi yang terepat tanpa memperhatikan kajian aspek-aspek terkait secara komprehensif, namun tidak terbatas dalam hal organisasi, kelembagaan dan SDM, yang mana hal ini sangat berpotensi menyebabkan kerugian negara.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut maka dengan ini SPPG dalam naungan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Gas (FSPPG) beserta seluruh konstituen FSPPG, atas nama seluruh pekerja Pertamina menyatakan bahwa kami menolak akuisisi Pertagas dan PGN dan menuntut agar Conditional Sales & Puschase Agreement (CPSA) dibatalkan serta seluruh proses akuisisi Pertagas oleh PGN tersebut segera dihentikan,” pungkasnya. (Mhd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here