DPRD Tetap Bentuk Pansus Tuk Selidiki Pembongkaran?

26

KOTA BEKASI (GarudaNews) – Ratusan warga korban penggusuran oleh pihak Pemkot Bekasi mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Senin 14/11/16 siang untuk menyampaikan aspirasinya. Dengan harapan mereka dapat dibantu oleh Wakil Rakyat untuk memperoleh hak-haknya sebagai Warga Negara, secara khusus Warga Kota Bekasi.

Warga yang menyampaikan aspirasi diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Bekasi Bp. Tumai, beserta beberapa Anggota Dewan lainnya, diantaranya Fraksi PDIP, PPP, Demokrat, Gerindra, PAN dan Hanura. Mereka sepakat akan memperjuangkan hak-hak warga khususnya dampak sosialnya dan menegaskan akan langsung meneruskan aspirasi ini sampai ke DPR pusat.

Ketua DPC PDIP Anim Imamudin menyesalkan tindakan Pemkot Bekasi yang menggusur warga tanda ada kerohiman dan relokasi tempat tinggal mereka, akibatnya banyak warga terlantar lantaran tidak memiliki tempat tinggal, bahkan anak-anak mereka tidak dapat sekolah.

Dijelaskannya, “Aksi yang dilakukan oleh para korban penggusuran ini adalah panggilan jiwa kemanusiaan maka kami dukung. Ingat, bukan berarti saya menolak pembangunan, tetapi pembangunan yang didasari dengan kemanusiaan. Harus ada relokasi sebelum dibangun, kemudian bangunan mereka harus diganti dan nasib anak-anak dipendidikan yang harus diperhatikan oleh Pemerintah. Itu saja kok,” ungkap Anim.

Anim juga mengatakan usulan pembentukan pansus setelah ketiga fraksi mengunjungi warga korban penggusuran, sabtu (5/11/2016). Mereka menilai bahwa penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kota bekasi dinilai melanggar aturan serta menyebabkan ratusan keluarga terlantar.

“Kami sudah sepakat membentuk pansus guna menyelidiki tujuan Pemkot Bekasi Melakukan pembongkaran dilahan milik PUPR, kami menilai ada pelanggaran pidana disitu. Apalagi tidak ada sosialisasi sebelumnya,” ujarnya.

Anim berharap dengan adanya aksi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi dapat melihat dan merealisasikan permintaan warga atas haknya untuk tinggal ditempat yang layak, kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak para korban penggusuran. (Dulles.H)

Anda mungkin juga berminat