Berapa Penghematan Negara Dari Pencabutan Subsidi Listrik Yang Akan Dilakukan?

38
ilustrasi penghematan uang pemerintah
ilustrasi penghematan uang pemerintah

Jakarta (Garudanews.id) – Seperti sudah di beritakan sebelumnya,bahwa pemerintah  melalui Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM)  memastikan akan mencabut subsidi listrik 18,8 juta pelanggan 900 Volt Ampere (VA) pada Januari 2017. Kebijakan itu diyakini mampu menghemat pengeluaran anggaran negara. Lalu berapa penghematan yang akan di dapat pemerintah dari kebijakan ini?

“Dari hasil kebijakan itu, kami hitung hampir lebih dari Rp 20 triliun yang bisa kita hemat di 2017” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman di acara diskusi Energi Kita, Jakarta kemarin.

Jarman menuturkan, pencabutan subsidi listrik dilakukan lantaran 18,8 juta pelanggan 900 VA tergolong rumah tangga mampu. Data itu berdasarkan kajian dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Di Indonesia, total pelanggan listrik 900 VA ada 22,9 juta rumah tangga. Namun hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi lantaran ada yang termasuk rumah tangga miskin atau rumah tangga mampu tetapi penggunaan listriknya digunakan untuk kegiatan usaha kecil menengah (UKM).

Meski begitu, Jarman mengatakan bahwa pencabutan subsidi listrik 18,8 juta pelanggan tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap mulai Januari 2017.

Sementara itu untuk dana penghematan yang mencapai Rp 20 triliun, Kementerian ESDM  berjanji akan mengalokasikan dana itu untuk pembangunan infastruktur kelistrikan di desa-desa yang belum teraliri listrik.

Sebelumnya kebijakan ini mendapat kritikan dari anggotaKomisi VII DPR RI, Ramson Siagaan.

“Ini kategorinya seperti apa? Harus dilihat apakah pelanggan bisnis atau sosial,” ujar Anggota Komisi VII Ramson Siagian di tempat yang sama.

Pelanggan bisnis yang dimaksud Ramson yaitu rumah tangga yang menggunakan listrik 900 VA untuk kepentingan usaha misalnya usaha kecil menengah. Pelanggan sosial yaitu rumah tangga yang penggunaan listriknya untuk kepentingan sosial misalnya untuk sekolah

Menurut dia, dua kategori pelanggan listrik 900 VA tersebut masih harus diberikan subsidi oleh pemerintah sebab pengunaan listriknya digunakan untuk kepentingan ekonomi dan masyarakat.

“Jadi enggak bisa semua dipukul rata,” kata Ramson.Cj

Anda mungkin juga berminat