Diduga Akibat Kelalaian Pengasuh, Dua Santri Ma’had Al Zaytun Tewas Tenggelam

98

Indramayu (Garudanews.id) – Dua orang santri Ma’had Al Zaytun, Desa Gantar, Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, ditemukan tewas saat mengikuti pelatihan pramuka.

Keduanya ditemukan tewas tenggelam di kolam ikan Al-Kautsar  yang berada dilingkungan pesantren, pada Minggu (5/3) malam.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus melalui pesan singkatnya ke sejumlah wartawan membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kedua santri yang diketemukan dalam kondiai tewas nama Alfian Sidik (14) pelajar kelas 8 MTs Al-Zaytun yang berasal dari Tangerang dan satunya Nurcahyo Pangestu (14) pelajar kelas 8 F MTs Al-Zaytun berasal dari Depok,” kata Yusri di Cirebon Senin, (6/3).

Lebih lanjut Yusri mengatakan kejadian yang terjadi pada hari Minggu tanggal (5/3) itu ada dua kali penemuan, dimana yang pertama sekitar pukul 15.00 WIB dan yang kedua pada pukul 21.00 WIB.

“Keduanya ditemukan mengambang di kolam ikan Al Kautsar Ponpes Mahad Al-Zaytun,” tuturnya.

Yusri mengatakan  kronologis kejadiannya yaitu pada hari Sabtu (4/3) sekitar pukul 14.00 WIB bertempat di gedung Ali Ponpes Mahad Al-Zaytun para santri MTs Al-Zaytun sedang melaksanakan latihan pramuka.

Karena cuaca hujan para santri yang berjumlah tujuh santri yaitu, Sultan al Haqi, Fairuz Zein, Andri Wahyu, Muhlis Firdus, Muhammad Riski Alwi Hasbullah, Moh Arya Dwitama dan Alfian Sidik berinisitif pulang ke asrama Al Madani dan menyimpan sepatu, selanjutnya berangkat ke kolam ikan Al Kautsar untuk berenang.

“Sekitar pukul 16.00 WIB Khaerudin yaitu security mengingatkan para santri dengan menggunakan pluit untuk tidak bermain di kolam Al Kautsar selanjutnya para santri pulang ke asrama,” ujarnya.

Dan keesokan harinya pada Minggu (5/3) sekitar pukul 15.00 WIB ada santri yang melihat sesosok mayat dalam kondisi mengambang dan hanya terlihat bagian kepala.

Kemudian guru yang menerima laporan dari santri melihat ke lokasi kolam ikan Al Kautsar. Setibanya di kolam benar melihat sesosok mayat dalam keadaan mengapung di kolam.

“Dan dilakukan evakuasi korban, selanjutnya mayat korban Alfian dibawa ke Perkhidmatan Kesehatan Al Zaytun untuk dilakukan tindakan pertama,” ujarnya.

Yusri menambahkan sekitar pukul 20.50 WIB di hari yang sama Minggu (5/3) diperoleh informasi bahwa telah ditemukan kembali siswa mengambang di kolam ikan Al Kautsar.

Selanjutnya sekitar pukul 21.00 WIB Kapolsek beserta anggota dan Sat Reskrim Polres Indramayu meluncur ke TKP dan setelah dilakukan pengecekan benar didapati seorang santri dalam kondisi mengambang dan sudah tidak bernyawa.

“Yang kedua itu atas nama Nurcahyo ditemukan tewas mengambang di kolam ikan Al Kautsar,” tambahnya.

Kemudian sekitar Pukul 22.50 WIB kedua korban dibawa ke RS Bhayangkara Losarang untuk dilakukan Visum Et Repertum.

Sementara itu, ketika Garudanews menanyakan prihal insiden tenggelamnya santri kepada salah satu karyawan Al Zaytun yang enggan disebut identitasnya, ia membenarkan atas kejadian tenggelamnya dua santri saat melakukan pelatihan pramuka.

“Betul mas, saya dengar adanya peristiwa itu. Tapi kata pihak eksponen Ma’had kasus itu sudah diselesaikan oleh pihak Polsek Kroya. Saya tidak berani memberikan keterangan lebih jauh, takut nanti disalahkan,” ujar sumber Garudanews, yang mengaku sudah bekerja 13 tahun bekerja di Al Zaytun itu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak eksponen maupun guru tidak bisa dihubungi, untuk menjelaskan adanya insiden tersebut (Red/Ant)

Anda mungkin juga berminat