Hati-Hati Dengan Berita Hoax Yang Mengatasnakan Tokoh Nasional

58

YOGYAKARTA (Garudanews.id) – Adanya berita disebarkan secara viral yang diduga hoax, terkait dengan pernyataaan Raja Keraton Ngayogyakarta yang juga Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono untuk mengingatkan kepada seluruh umat islam terutamanya yang ada di Jakarta tentang fakta sejarah yang tidak bisa diabaikan begitu saja, terkait dengan pelarangan warga Yogya untuk memilih calon gubernur yang non muslim, mendapat tanggapan dari warga Jogya.

“Saya yakin pernyataan itu bukan dari pribadi Sri Sultan Hamengkubuwono. Karena selama ini saya lihat dalam menyikapi politik, beliau (Sri Syultan) lebih bersikap netral terkait Pilkada DKI Jakarta,” ujar Nuning Puspitasari, warga Bantul yang juga Mahasiswa di salah satu peerguruan tinggi di Jogja tersebut.
Menurutnya, masyarakat Jogja sudah terbiasa hidup dengan keberagaman suku dan agama. Selama ini, kata Nuning, DIY dikenal sebagai daerah yang mengedepankan pluralisme. Kesantunan dan adat istiadat masyarakat Jogja sering dijadikan rujukan daerah lain dalam menyikapi sebuah perbedaan.
“Jadi kami yakini terkait dengan berita yang disebarkan secara viral mengenai pernyataan gubernur DIY, kami sangat sesalkan. Karena kehidupan masyarakat Jogja selama ini aman-aman saja. Dengan berita yang hoax yang disebarkan melalui viral, bukan hanya merugikan masyarakat Jogja yang selama ini dikenal ramah dan santun, tentu akan mengusik warga jogja yang tinggal di Jakarta juga,” ungkap Nuning kepada garudanews, Rabu (19/4).
Sebelumnya, beredar berita terkait isu yang berbau sara mengatasnamakan Sri Sultan Hamangkubuwono, yang diduga hoax meyebar secara viral. Seperti yang diberitakan di laman http://www.metronews.tk/2017/04/sri-sultan-hamengkubuwono-maaf-bukan.html. sempat beredar luas dikalangan media sosial. (Red)

 

Anda mungkin juga berminat