Bongkar Taman Masih Layak, DKP Kota Kediri Dituding Pemborosan

60

KEDIRI (Garudanews.id) -Taman yang baru dibangun oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri,  beberapa bulan lalu kini kembali dibongkar. Padahal, diketahui pembuatan taman tersebut menghabiskan anggaran negara hingga puluhan juta, namun kini tinggal bongkahan belaka.

Tidak diketahui maksud dan tujuan DKP Kota Kediri, dalam membuat taman yang terletak disamping jembatan lama itu. Pasalnya, dalam proses pembuatan taman ini, DKP Kota Kediri terkesan hanya menghamburkan uang negara saja. Bagaimana tidak, taman yang baru berumur beberapa minggu, kini sudah tidak ada lagi.

Kesan pemborosan, dan menghamburkan uang negara terbukti dari kondisi tanaman yang kini berada di halaman kantor DKP Kota Kediri. Bekas bongkaran dari taman rersebut, akan menjadi tanaman yang tidak produktif lagi. Saat dikonfirmasi terkait dibongkarnya taman tersebut, yang baru beberapa minggu dibuat.

Didik Catur selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri mengatakan bahwa taman itu dibuat menggunakan anggaran rutin dari DKP.

“Taman tersebut bukan tender, melainkan anggaran rutin dari DKP. Namanya anggaran rutin ya seperti itu, dan dibongkarnya taman ini, karena disekitaran taman akan ada pekerjaan lain oleh PU,” kata Didik Belum lama ini.

Disinggung soal tidak adanya koordinasi dengan Pihak Dinas Pekerjaan Umum, saat akan membuat taman, Didik mengaku bahwa itu adalah lahan DKP.

“Itu kan lahan kami, masa kami harus koordinasi dengan pihak lain sebelum buat taman, tujuan kami buat taman itu,  agar lahan yang tadinya kosong, agar lebih rapi. Kalaupun sekarang dibongkar, silahkan tanyakan pada Dinas Pekerjaan Umum, ” kata Didik menambahkan.

Menanggapi soal dibongkarnya taman tersebut,  Bagus W, salah satu praktisi Hukum dan aktifis kota Kediri berpendapat, bahwa DKP sengaja membuat taman tersebut, hanya untuk menghabiskan uang negara saja.

“Kalau memang tidak ada niatan untuk menghamburkan uang negara, tentunya DKP dalam hal ini sebagai pengguna anggaran, tentunya harus berkoordinasi dengan instansi lain, khususnya PU. Karena, ketika DKP melakukan koordinasi, hal tersebut tidak akan terjadi. Itu kan uang negara lho, yang setiap penggunaaanya harus terencana, dan terbukti manfaatnya. Kalau sekarang kan, taman itu sudah dibongkar, dan pastinya akan ada penyusutan nilai dari bekas bongkaran itu. Kemaren sempat saya lihat, bongkaran tanaman diletakkan didepan halaman kantor DKP Kota Kediri, dan terkesan seperti barang yang tidak terpakai,” pendapat Bagus. (hnn)

Anda mungkin juga berminat